IdScore Rilis EAGLE, Sistem Baru untuk Cek Data Kredit Pembiayaan
:
0
Jajaran manajemen PT Pefindo Biro Kredit atau IdScore berfoto saat sesi peluncuran EAGLE.
EmitenNews.com - PT Pefindo Biro Kredit atau IdScore, Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) swasta pertama di Indonesia, resmi meluncurkan sistem baru bernama EAGLE.
Sistem inti (core system) ini dirancang guna kecepatan, keamanan, dan akurasi pengolahan data kredit dalam perluasan pengembangan industri pembiayaan nasional.
Peluncuran sistem EAGLE bertepatan dengan hari ulang tahun ke-11 IdScore yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta pada Jumat (11/10).
Direktur Utama IdScore, Tan Glant Saputrahadi dalam pemaparannya Jumat (10/11) menjelaskan bahwa EAGLE bukan sekadar pembaruan sistem, melainkan bentuk terbaru komitmen perusahaan menghadirkan inovasi berbasis teknologi karya anak bangsa.
“EAGLE bukan sekadar pembaruan sistem, melainkan simbol komitmen kami untuk terus menghadirkan inovasi bagi industri keuangan Indonesia. Dengan kecepatan, keamanan, dan keakuratan yang lebih tinggi, IdScore ingin memastikan layanan biro kredit dapat berkontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Yang membanggakan, sistem ini 100% karya anak negeri,” ujar Tan Glant.
Dengan kemampuan pemrosesan data dan credit scoring dalam hitungan detik, EAGLE memungkinkan lembaga jasa keuangan, fintech, maupun perusahaan non-keuangan untuk memperoleh data kredit dan data pendukung lain secara lebih cepat dan akurat.
Efisiensi ini diharapkan membantu pelaku industri dalam melakukan analisis risiko dan pengambilan keputusan kredit secara lebih tepat dan bertanggung jawab.
Selain memperkuat infrastruktur digital, kehadiran sistem EAGLE juga membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya kelompok unbanked dan pelaku UMKM.
Dengan data kredit yang lebih transparan dalam keperluan proses pengajuan pembiayaan menjadi lebih mudah.
Hingga saat ini, IdScore telah melayani lebih dari 500 institusi keuangan, mencakup perbankan, multifinance, fintech, koperasi, hingga sektor non-lembaga keuangan seperti logistik dan transportasi.
Related News
Mengapa MSCI Tak Lepas dari Bayang-Bayang Morgan Stanley?
Ada Calon IPO Jumbo Disebut-Sebut Bos Danantara!
Gagal Nanjak, IHSG Awal Pekan Ditutup Anjlok 0,92 Persen ke 6.905,62
Pintu Academy: Tokenisasi Aset Meroket Capai USD29 Miliar di 2026
IHSG Siang (11/5) Drop 1,14 Persen, Sektor Kesehatan Jadi Sorotan
Sumur Baru PHR di Lembak Kemang Hasilkan 3.073 Barel/Hari





