EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih melanjutkan fase konsolidasi untuk perdagangan Selasa (8/9/2026).

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda mengatakan secara teknikal IHSG masih bertahan di atas MA20 dengan MACD positif. Sayangnya momentum tersebut mulai melandai.

“Kami memperkirakan konsolidasi di kisaran 6.600-6.700 dengan 6.600 sebagai support dan 6.700 sebagai resistance,” kata Reza dalam risetnya, Selasa (8/9).

Ia juga menerangkan bahwa jika level 6.700 dapat ditembus, maka peluang penguatan lanjutan dapat terbuka. Dan sebaliknya, jika menembus level 6.600 maka akan membuka risiko menuju 6.475-6.375.

Adapun sebelumnya IHSG ditutup koreksi 0,25 persen atau -16,80 poin ke level 6.619,67. Sebanyak 332 saham melemah, lebih banyak dibanding yang menguat sebanyak 281 saham, dan 179 saham lainnya stagnan.

Menurut Reza, koreksi IHSG dipicu tekanan yang berasal dari BBCA, BBRI dan BMRI, sementara sektor kesehatan dan energi menjadi penopang. 

“Sentimen domestik relatif posisif dari kenaikan cadangan devisa menjadi USD146,5 miliar, meski perkembangan erupsi dan bencana masih menajdi perhatian sektoral,” lanjut Reza.

Sedangkan selama sepekan ke depan, katalis utamanya yaitu CPI AS pada 11 September, dengan konsensus headline 3,4 persen YoY dan core 2,4 persen YoY. 

“Data inflasi akan menjadi penentu ekspektasi kebijakan The Fed setelah data tenaga kerja AS yang relatif solid, sehingga CPI di atas ekspektasi berpotensi menekan IHSG, sementara hasil yang lebih rendah dapat kembali meningkatkan risk appetite,” tuturnya.

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) juga merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati. Di antaranya, IMPC dengan action BUY dan TP 1.605-1.730, TINS dengan action BUY dan TP 4.610-4.830, KOTA dengan action BUY dan TP 224-236, serta UDNG dengan action SELL.