IHSG Jeblok, Koleksi Saham ANTM, EMTK, dan DKFT
Sejumlah pengunjung berjalan melalui koridor Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpotensi melemah. Itu seiring berbagai sentimen eksternal, dan domestik mempengaruhi pasar. Investor akan mencermati perkembangan kebijakan suku bunga Bank of England (BoE).
Lalu, data klaim pengangguran di Amerika Serikat (AS) dapat memberi gambaran mengenai arah kebijakan moneter global. Nah, dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi lebih baik dari perkiraan menjadi faktor positif, namun tekanan terhadap sektor keuangan masih menjadi perhatian.
Dengan dinamika tersebut, sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 6 Februari 2025, IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang resistance 7.125, dan support 6.931. Pelaku pasar akan terus mengikuti perkembangan ekonomi global, dan berbagai faktor dapat mempengaruhi keputusan investasi pasar saham Indonesia.
Beralas pada data itu, Stocknow.id menyarankan pelaku pasar untuk menjala beberapa saham berikut. Yaitu, Aneka Tambang alias Antam (ANTM) Rp1.450 dengan take profit Rp1.510-1.540, dan stop loss Rp1.405 per eksemplar.
Elang Mahkota alias Emtek (EMTK) Rp570 per helai dengan take profit di kisaran Rp595-605 per lembar, dan stop loss Rp555. Dan, Central Omega (DKFT) Rp264 per lembar, dengan take profit di posisi Rp276-280 per saham, dan stop loss Rp256. (*)
Related News
IHSG Anjlok ke 7.164 Usai Reli Lebaran, Sektor Ini Turun Paling Dalam
IHSG Sesi I (26/3) Kembali Anjlok 1,21 Persen, Bertengger ke 7.214
Presiden Mau Pengelolaan Sampah Jadi Energi di Perkotaan Dikebut
Jadi Primadona Lebaran, Konsumsi Pertamax Series Naik Signifikan
Wall Street Rebound, IHSG Kian Menyala
Potensial Menguat, IHSG Uji Level 7.400





