EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (24/6/2026) merespons hasil Market Classification Review 2026 MSCI yang mempertahankan Indonesia di kategori Emerging Market.
Berdasarkan data RTI Business pukul 08.58 WIB, IHSG naik 26,938 poin atau 0,44% ke level 6.128,271. Penguatan IHSG ditopang oleh 226 saham menguat, 72 saham melemah, dan 301 saham stagnan.
Nilai transaksi tercatat Rp182,34 miliar dengan volume 239,12 juta saham dan frekuensi 24.875 kali. Kapitalisasi pasar IHSG berada di Rp10.751,89 triliun.
Sentimen positif datang usai MSCI pada Rabu (24/6) mengonfirmasi Indonesia tetap berstatus Emerging Market. Namun MSCI menegaskan konsistensi dan cakupan implementasi reformasi regulasi, mulai dari transparansi kepemilikan hingga free float akan terus dipantau hingga November 2026. Risiko downgrade ke Frontier Market bukan skenario dasar, tetapi tetap menjadi tail risk yang menahan normalisasi arus dana asing.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi menyambut positif hasil asesmen MSCI tersebut. Menurutnya, konfirmasi MSCI menjadi momentum untuk terus melanjutkan dan mengakselerasi agenda reformasi pasar modal. MSCI juga memberikan catatan positif terkait agenda reformasi RI dan menyebut market accessibility Indonesia menjadi salah satu yang terbaik di antara Emerging Markets Asia-Pasifik.
Dari riset Mirae Asset Sekuritas, narasi “sell Indonesia” dinilai tidak sejalan dengan data kepemilikan asing. Investor aktif justru mempertahankan eksposur melalui bank-bank besar dan menghindari nama dengan free float dan tata kelola lemah. Tekanan lebih banyak datang dari dana pasif yang mengurangi bobot karena faktor teknis indeks, bukan karena hilangnya keyakinan fundamental.
Pada perdagangan Selasa (23/6/26), IHSG ditutup melemah 0,3% ke 6.101, dengan net sell asing Rp348 miliar. Asing tercatat beli bersih di BBRI, BREN, TPIA, PTRO, RAJA dan jual bersih di BMRI, DSSA, NATO, BBCA, ASII. Saham teraktif kemarin antara lain ARCI, DSSA, BMRI, BBCA, TPIA.
Secara teknikal, Senior Analyst Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji menilai koreksi IHSG kemarin masih wajar. Support IHSG saat ini di 5.972 dan 5.848, sementara resistance di 6.257 dan 6.377.
Untuk proyeksi hari ini, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan terbatas didukung sentimen MSCI. Namun pelaku pasar tetap mewaspadai tail risk review lanjutan hingga November 2026 dan sikap hawkish The Fed yang bisa menahan appetite asing. Valuasi IHSG saat ini di 9,5x forward P/E, lebih murah dibanding rata-rata EM 12,2x, namun arus balik asing diperkirakan masih selektif sampai kepastian status EM benar-benar aman.
Beberapa saham yang dicermati teknikal hari ini antara lain BBRI dengan target 2.990-3.450, BRPT target 1.750-2.700, dan TLKM target 2.610-3.180.
Related News
Industri Semikonduktor Booming, Samsung Siapkan Buyback Besar-Besaran
IPOT Sukses Edukasi Komunitas eSports via Kapolda Jateng Cup 2026
Bayang-bayang MSCI, IHSG Lanjut Koreksi
Diadukan Konsumen, Tokopedia Jelaskan Begini ke Kemendag
Jadwal Cum Dividen Hari Ini, Berikut Daftarnya
Teror Baru MSCI, Borong Saham RAJA, ESSA, CUAN, dan PTRO





