EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengaspal zona merah. Sentimen positif dari laporan keuangan emiten memuaskan pada 2021 kurang berpengaruh. Pasalnya, investor lebih mencermati penurunan komoditas seiring tensi geopolitik mereda.
Pemodal asing berpotensi tetap membukukan net buy hari ini. Para pelaku pasar menunggu data inflasi Maret akan rilis Jumat, 1 April 2022 dengan konsensus pasar 2,56 persen. ”IHSG diperkirakan akan bergerak pada rentang support 7.000, dan resisten 7.050,” tutur Lukman Hakim, Research Analis Reliance Sekuritas.
IHSG kembali ditutup pada level tertinggi, menembus resistance Fibonacci 7.035, dan berhasil mantul di MA 5. Beberapa saham memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu JPFA, UNVR, AMRT, EMTK, RMKE, INDF, ABMM, BELL, BINA, FREN, BBHI, BBYB, dan ARTO.
Kemarin, IHSG menanjak 0,59 persen menjadi 7.053,19. Beberapa sektor pendorong penguatan IHSG antara lain teknologi melesat 4,03 persen, bahan baku primer naik 1,84 persen, dan industri surplus 0,78 persen. Investor asing membukukan net buy Rp947,13 miliar, dengan saham-saham yang paling banyak dikumpulkan yaitu TLKM, BBRI, dan BBNI.
Tiga indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street kompak melemah. Dow Jones dan S&P 500 mencatat kenaikan empat hari beruntun di tengah perkembangan tensi geopolitik makin reda. Rusia mengurangi operasi militer di kyiv, namun kekhawatiran baru muncul adanya resesi ditunjukkan dari pasar obligasi. Di mana, US treasury yield 2 tahun terbalik dengan 10 tahun.
Bursa Asia pada pagi ini sudah diperdagangkan mix. Indeks Nikkei 225 melemah 0,50 persen, dan indeks Kospi menguat 0,33 persen. (*)
Related News
Presiden Yakinkan Investor, Fundamental Ekonomi RI Kuat
Awarding BTN Housingpreneur 2025 Lahirkan Inovator Muda
Telisik! Ini 10 Saham Top Losers dalam Sepekan
Periksa! 10 Saham Top Gainers Pekan Ini
IHSG Susut 6,94 Persen, Modal Asing Eksodus Rp9,88 Triliun
131 Ribu Tiket KA Lebaran 2026 Telah Dipesan





