IHSG Sideways, Akumulasi Saham IMPC, BRMS, TAPG, DNSG, dan SMDR
:
0
IHSG tampil mencolok dengan nuansa Imlek. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin susut 0,52 persen menjadi 7.594 setelah sempat bergerak menguat awal sesi. Ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat memudarkan harapan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu dekat. Kondisi itu, memantik penguatan kembali harga minyak mentah.
Seluruh sektor mengalami koreksi dengan pelemahan terbesar pada saham sektor properti 2,04 persen. Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih sideways pada kisaran level 7.500-7.700. Kalau IHSG menembus level 7.500, diperkirakan berpotensi menguji level 7.450-7.480.
Di sisi lain, Rupiah ditutup menguat 0,12 persen di level Rp17.168 per dolar AS (USD) di pasar spot, kala mayoritas mata uang Asia lmengalami koreksi. Lonjakan harga BBM non subsidi, meski Pertalite dan Pertamax stabil, mengurangi tekanan terhadap potensi pmningkatan beban pada APBN meski terbatas.
Kenaikan harga BBM non subsidi itu, mengurangi beban kompensasi harus dikeluarkan Pemerintah dari APBN untuk menutup selisih harga jual ke masyarakat. Namun, penyesuaian harga Pertamax dan Pertalite belum dilakukan karena masih melindungi daya beli masyarakat menengah.
Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan rasio non performing loan (NPL) kredit properti pada Februari 2026 sebesar 3,24 persen, meningkat dibanding periode sama tahun lalu 2,99 persen. Pertumbuhan penyaluran kredit properti Februari 2026 masih relatif tinggi, yaitu meningkat 13,7 persen YoY.
So, kenaikan NPL juga disertai dengan bertambahnya jumlah kredit bermasalah. Kalau BI menaikkan BI Rate untuk menahan depresiasi Rupiah berpotensi berdampak pada kenaikan NPL. Namun, diperkirakan BI belum akan menaikkan BI Rate pada pertemuan Rabu (22/4).
Berdasar data dan fakta itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para investor untuk mengoleksi sejumlah saham andalan bberikut. Yaitu, Impack Pratama Industri (IMPC), Bumi Resoures Minerals (BRMS), Triputra Agro Persada (TAPG), Samudera Indonesia (SMDR), dan Dharma Satya Nusantara (DSNG). (*)
Related News
Dari Fokus ke Vanili, Kinerja Adore Terangkat Berkat Kakao
IHSG Dibuka Turun 0,9 Persen, Sentimen MSCI dan Minyak Tekan Pasar
Konflik Memanas, IHSG Susuri Zona Merah
Patenkan Posisi 7.594, IHSG Rawan Koreksi Lanjutan
Seluruh Sektor Merah, IHSG Terkoreksi 39,9 Poin di Awal Pekan
Semakin Diminati, Dana Kelolaan Reksa Dana Capai Rp679 T di 2025





