EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjungkal lagi pada Kamis (4/6/2026). Hingga pukul 09.57 WIB, indeks ambles 4,92% atau 292,32 poin ke level 5.648,74, mendekati koreksi 5% dalam sehari.

Mengacu data, IHSG terus longsor sejak pembukaan dan hal Ini turut melanjutkan kejatuhan Rabu (3/6) yang anjlok 4,11% ke 5.941,066. Dalam 2 hari, IHSG sudah ke level 5.600-an di mana terendah sepanjang tahun dan tahun lalu, berikut juga menyamai era IHSG sejak krisis 2021.

Risiko Downgrade Sovereign Makin Disorot

Koreksi tajam ini sejalan dengan peringatan Kiwoom Sekuritas dalam Emergency Market Update (3/6). Kiwoom menyoroti rating Baa2 outlook negatif Moody’s untuk PT Danantara Investment Management (DIM) sebagai cermin risiko sovereign Indonesia.

“Pasar mempertanyakan apa yang secara tidak langsung disampaikan Moody’s tentang Indonesia. Jika kekhawatiran terhadap outlook sovereign kini mulai merembet ke institusi yang dirancang menjadi mesin pertumbuhan, investor akan bertanya siapa yang bisa memulihkan kepercayaan,” tulis Kiwoom.

Kiwoom menyebut yang dijual investor bukan hanya saham, tapi kepercayaan terhadap narasi investasi RI. ETF Indonesia EIDO sudah -28,6% YTD dalam dolar AS, sementara Emerging Markets +64,6%, Vietnam +63,2%, dan Taiwan +107,2%.

5 Kekhawatiran Pasar Versi Riset Kiwoom Sekuritas 

1. Tata kelola & kredibilitas kebijakan: Moody’s dan Fitch sudah revisi outlook RI ke Negatif. Pasar spekulasi apakah S&P Global Ratings akan mengikuti.  

2. Tekanan rupiah: Mendekati 18.000 per dolar AS, tembus Rp17.926 pada 3/6. Surplus dagang April 2026 hanya USD90 juta, terendah sejak April 2020.  

3. Konsumsi domestik: Kelas menengah susut dari 61,5 juta (2018) jadi 46,6 juta (2026).