IHSG Tertekan, Serok Saham SMGR, BKSL, dan JPFA
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,61 persen menjadi 8.657. Transaksi perdagangan disertai dengan kemunculan tekanan jual. Dengan demikian, indeks masih rawan mengalami koreksi.
Sepanjang perdagangan hari ini, Rabu, 10 Desember 2025, indeks akan menjelajahi area support 8.622-8.493, dan posisi resistance 8.769-8.809. Berdasar data dan fakta tersebut, MNC Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham unggulan berikut.
Yaitu, Sentul City (BKSL) buy on weakness Rp167-172 per lembar, dengan proyeksi Rp184-195 per helai, dan stop loss Rp160. Spindo (ISSP) speculative buy Rp466-476 per helai dengan target Rp494-505 per saham, dan stop loss Rp460 per eksemplar.
Japfa Comfeed (JPFA) buy on weakness Rp2.630-2.680 per helai dengan proyeksi Rp2.800-2.900 per saham, dan stop loss Rp2.580. Semen Indonesia alias SIG (SMGR) speculative buy Rp2.790-2.850 per helai dengan target Rp3.020-3.170 per saham, dan stop loss Rp2.750 per eksemplar. (*)
Related News
Animo Tukar Uang Pecahan Baru Meningkat Hampir Dua Kali Lipat
Hadapi Kemarau Lebih Awal, Petani Didorong Pakai Varietas Padi Adaptif
IHSG (16/3) Dibuka Tertekan di Awal Pekan, Ambruk 3,08 Persen ke 6.917
Sepakati Investasi Rp339 Triliun, Proyek Gas Masela Segera Dimulai
Mengekor Wall Street, IHSG Loyo
Tertekan, IHSG Menuju 7.071





