Imbas Rangkap Jabatan, BTN Berhentikan Wakil Komut Dwi Ary Purnomo
M. Dwi Ary Purnomo (pojok kanan atas) yang tergabung dalam Dewan Komisaris BTN sebagai Wakil Komisaris Utama.
EmitenNews.com - Polemik rangkap jabatan di lingkungan BUMN kembali menyeret nama pejabat bank pelat merah. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) atau BTN memastikan M. Dwi Ary Purnomo tidak lagi aktif sebagai Wakil Komisaris Utama efektif 25 Februari 2025.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu dalam terbitan suratnya dikutip Jumat (27/2/2026) menjelaskan, pemberhentian dilakukan seiring penyesuaian terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan terkait rangkap jabatan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara serta regulasi sektor jasa keuangan.
“Perseroan menyampaikan bahwa Bapak M. Dwi Ary Purnomo telah berhenti efektif sejak 25 Februari 2025,” demikian disampaikan Nixon.
Nama Dwi Ary sebelumnya tercatat menduduki sejumlah posisi strategis. Ia menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama BTN sejak Maret 2025. Secara bersamaan, ia mengemban jabatan struktural sebagai Deputi Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko di Kementerian BUMN RI sejak Mei 2025. Ia juga pernah tercatat sebagai komisaris di PT Pertamina EP pada periode 2024–2025.
Dengan perubahan ini, masa jabatan Dwi Ary di BTN berakhir kurang dari lima tahun sejak pertama kali masuk jajaran dewan pada 26 Maret 2021.
BTN melalui Nixon, mengatakan bahwa perubahan susunan Dewan Komisaris ini tidak menimbulkan dampak terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, maupun kinerja keuangan perseroan.
Dalam bagian penjelasan tambahan Nixon, “Perseroan menyatakan bahwa apabila terdapat anggota Dewan Komisaris yang tidak lagi memenuhi persyaratan sesuai anggaran dasar dan ketentuan peraturan yang berlaku, maka masa jabatan yang bersangkutan dapat berakhir sesuai mekanisme yang ditetapkan melalui RUPS.”
Keterbukaan informasi tersebut sekaligus menjadi dasar perubahan komposisi Dewan Komisaris BTN per 25 Februari 2025.
Related News
Laba 2025 BNBR Melesat 50,78 Persen, Pendapatan Justru Menukik
Direktur BLTA Yulian Hery Ernanto Mengundurkan Diri
Cimory Panen Laba di 2025, Arus Kas Operasi Tembus Rp1,9 Triliun
Laba ENRG Melonjak 21,4 Persen pada 2025, Sentuh USD91,53 Juta
Reverse Repo, Trimegah Lego Saham Buma (DOID) Senilai Rp40,3 Miliar
Punya Sangkutan Utang ke BAE, JSKY Akui Registrasi Efek Terkendala





