INDS ARA, Tiga Saham Lain Justru Melorot Usai Buka Suspensi
:
0
Ilustrasi bullish dan bearish.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan empat saham yang sebelumnya dikenakan penghentian sementara (suspensi) pada Selasa (3/2/2026). Saham-saham tersebut meliputi Indospring (INDS), Singaraja Putra (SINI), Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari (ELPI), dan Rockfields Properti Indonesia (ROCK).
Pada perdagangan Selasa (3/2) Saham INDS dibuka langsung melaju ke harga tertinggi harian atau Auto Rejection Atas (ARA) usai dibuka kembali dari penghentian sementara perdagangan (suspensi) pada Selasa (3/2/2026). Di saat bersamaan, tiga saham lain yang juga dibuka dari suspensi justru bergerak melemah.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham INDS dibuka menguat 9,40 persen ke level 815. Sementara itu, saham SINI anjlok ke dasar Auto Rejection Bawah (ARB) senilai 9,90 persen ke Rp17.300, ELPI melemah 5,34 persen ke Rp1.330, dan berikut pula saham ROCK yang harganya terbanting 10 persen menuju ARB di Rp2.430.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, mengatakan pembukaan kembali perdagangan keempat saham tersebut dilakukan setelah bursa menilai telah terjadi peningkatan volatilitas dan aktivitas transaksi yang signifikan sebelumnya.
BEI juga menempatkan tiga saham selain ELPI dalam pengawasan khusus atau Full Call Auction (FCA) untuk jangka waktu satu pekan ke depan, guna meredam volatilitas akibat suspensi berjilid yang diterima emiten INDS, ROCK, dan SINI.
Adapun, BEI mengingatkan bahwa saham ELPI masih berpotensi kembali dikenakan suspensi lanjutan apabila pergerakan harga terus mengalami kenaikan tidak wajar.
BEI mengimbau investor agar selalu memperhatikan keterbukaan informasi emiten, mempertimbangkan risiko, serta tidak semata-mata mengikuti pergerakan harga jangka pendek dalam mengambil keputusan investasi. (*)
Related News
Airlangga Dorong Peran Kejaksaan Jaga Integritas Pasar Modal
Kasus DSI, OJK Masih Telusuri Aset
Utang Pinjol Orang Indonesia Tembus Rp101T, Risiko Kredit Macet Tinggi
Diumumkan 22 Juni Mendatang, OJK Inginkan Ini dari Direksi Baru BEI
OJK Ungkap Pemilu Bursa Resmi Diikuti Empat Paket Calon Direksi
OJK Ungkap Sektor Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Global





