Investor Wait and See, IHSG Cenderung Sideways
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 0,43 persen menjadi 8.686. Indeks cenderung bergerak sideways dalam kisaran sempit. Investor bersikap wait and see atau melakukan trading dalam jangka pendek sebagai respons peningkatan ketidakpastian.
Maklum, banyak data ekonomi global rilis pekan ini. Ada pertemuan beberapa bank sentral untuk membahas kebijakan moneter masing-masing. Rupiah ditutup melemah pada level Rp16.685 per dolar Amerika Serikat (USD) di pasar spot, meski indeks Dolar AS cenderung melemah.
Investor cenderung berhati-hati menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) rilis hari ini, Rabu, 17 Desember 2025. BI diperkirakan bakal mempertahankan BI Rate pada level 4,75 persen di tengah pelemahan Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Secara teknikal, negative slope MACD makin melebar, namun Stochastic RSI berada di area oversold, dan berpotensi membentuk golden cross. Indeks berhasil ditutup di atas level MA5. So, kalau indeks mampu bertahan ditutup di atas level 8.750, maka berpotensi melanjutkan penguatan.
Namun, kalau gagal, diperkirakan indeks masih akan berkonsolidasi dalam kisaran 8.600-8.750. Menteri Keuangan Purbaya memastikan tarif bea keluar untuk komoditas batu bara akan diberlakukan mulai 1 Januari 2026, dengan perkiraan tarif berkisar antara 1-5 persen.
Itu diperkirakan memangkas marjin laba emiten batu bara dengan orientasi ekspor relatif besar. Kebijakan ini berpotensi mendongkrak penerimaan negara. Sebelumnya, bea keluar emas sudah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan mulai berlaku 1 Januari 2026, dengan besaran tarif 7,5-15 persen.
Menilik data dan fakta tersebut, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk memperhatikan sejumlah saham unggulan sebagai bahan koleksi. Antara lain Sumber Alfaria alias Alfamart (AMRT), Barito Pacific (BRPT), Apexindo (APEX), Unilever Indonesia (UNVR), dan Samudera Indonesia (SMDR). (*)
Related News
IHSG Rebound ke 7.106 Jelang Libur Panjang, Semua Sektor Menguat!
BSN Rangkul Ekosistem Properti Syariah Indonesia
Tekanan Mereda, IHSG Sesi I Bertahan Naik 1,14 Persen ke Rp7.102
Pefindo Patok Peringkat idA+ Untuk Obligsi Indah Kiat (INKP)
Wamen ESDM Cek Kesiapan Fuel Terminal Padalarang Pasok BBM Saat Mudik
IHSG Dibuka Naik 1,74 Persen di Perdagangan Terakhir Jelang Lebaran





