Investor Wajib Perhatikan Support IHSG di 6828, NH Korindo Sodorkan 5 Saham Ini
:
0
EmitenNews.com—Setelah menikmati bullish di bulan Januari, indeks utama Wall Street harus menutup bulan Februari di teritori bearish dengan total penurunan 4.19% untuk Dow Jones, 2.61% untuk S&P500, dan 1.11% untuk Nasdaq; berkebalikan dengan pasar obligasi yang nyaman di posisi yield Uptrend, seiring lebih banyak bukti-bukti mengatakan bahwa tingkat inflasi yang ulet akan membuat bank sentral menahan suku bunga tetap tinggi.
Angka US Consumer Confidence jatuh di bawah perkiraan ke level 102.9 (vs forecast 108.5, vs previous 106) menyiratkan konsumen/masyarakat mulai pesimis akan masa depan aktivitas ekonomi; sementara itu harga perumahan keluarga kecil naik di laju terlambat sejak musim panas 2020. Dari benua Eropa, data Inflasi Perancis (Feb.) masih menunjukkan pertumbuhan 6.2% YoY (0.9% MoM) yang mana lebih tinggi dari survey dan bulan sebelumnya.
Indeks saham global MSCI All-World juga mengakhiri bulan Februari negatif 3%, menghapus profit cukup besar dari kenaikan 7% sebelumnya di bulan Januari. Bank of America memperingatkan bahwa suku bunga acuan AS bisa bertengger mendekati level 6%. Senada dengan itu, ECB dipercaya tidak akan berhenti menaikkan suku bunga sampai cukup yakin tingkat Inflasi Zona Eropa bisa ditekan mendekati 2%.
Head Of Research NH Korindo Sekuritas, Liza C. Suryanata menyebut, IHSG sendiri berjuang keras untuk tidak menutup perdagangan bulan Februari di teritori negatif, bertengger di level 6843.24 (hanya 3.9 points lebih tinggi dari posisi Januari), didukung oleh total minat beli bulanan asing yang cukup signifikan sebesar IDR 6.77 triliun (walau kemarin mereka menjual bersih sebesar IDR 1.06 triliun).
“Sayangnya USD/IDR bertahta di posisi tertinggi 1.5 bulan pada nilai tukar IDR 15,266/USD sedikit lebih rendah dari titik High bulan ini di 15,287. Namun demikian, Gubernur BI Perry Warjiyo mengutarakan bahwa belum perlu untuk menaikkan suku bunga acuan secara kenaikan 225 bps yang telah dikumpulkan sejak Agustus 2022 itu cukup memadai untuk menekan tingkat Inflasi sampai akhir tahun. Beliau juga mengatakan bahwa bank sentral melakukan sejumlah Langkah intervensi dalam rangka stabilisasi nilai tukar Rupiah,” kata Liza, Rabu (1/3/2023).
Related News
Asyik! Emiten Ini Bakal Cum Date Dividen Awal Mei, Cek Jadwalnya
DSSA, CMNP, dan MEGA Ramaikan Saham Top Losers Pekan Ini
Telisik! Barisan Saham Top Gainers dalam Sepekan
IHSG Susut 2,42 Persen, Kapitalisasi Pasar Sisa Rp12.382 Triliun
Kemendag Minta Klarifikasi Traveloka Terkait Refund Pembatalan Tiket
Dubes China Dukung Perluasan Akseptasi QRIS di Negaranya





