EmitenNews.com - Indo Tambangraya Megah (ITMG) menyedot biaya eksplorasi Rp12,55 miliar. Anggaran itu, terserap untuk aktivitas eksplorasi periode Oktober-Desember 2025. Kegiatan eksplorasi dilakukan melalui sejumlah anak usaha. 

Eksplorasi dilakoni melalui anak usaha dengan izin perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) yaitu Indominco Mandiri, Trubaindo Coal Mining, Bharinto Ekatama, dan Izin usaha pertambangan (IUP) yaitu Tepian Indah Sukses, dan Nusa Persada Resource (NPR).

Kegiatan pengeboran dilakukan Oktober-Desember 2025 merupakan kelanjutan aktivitas periode bulan sebelumnya. Kegiatan eksplorasi dilaksanakan departemen geologi dengan fokus utama aktivitas pengeboran pre-production, dan development dengan metode lubang terbuka (Open hole), dan pengeboran inti (Coring) masing-masing anak usaha perseroan.

Operasional pengeboran Trubaindo Coal Mining di area Blok Selatan di Bentian Besar, Kutai Barat, Kalimantan Timur dilakukan kontraktor jasa pengeboran PT. Cosyindo Teknik. Periode Oktober-Desember 2025, telah dilakukan pengeboran preproduction Blok Selatan (SB2) pada 23 lubang pengeboran.

Rinciannya, pemboran open hole dengan kedalaman 2.411,05 meter, dan pemboran coring dengan kedalaman 1.253,45 meter pada periode ini sudah dilakukan pengambilan sampel (conto) batu bara sebanyak 65 sampel. Total biaya pengeboran yang dikeluarkan sebesar Rp1,84 miliar.

Pengeboran Indominco Mandiri di Blok Barat, dan Blok Timur di Sangatta, Kutai Timur, Marang Kayu, Kutai Kartanegara, dan Bontang Utara dan Selatan, Kabupaten Bontang, Kalimantan Timur. Pengeboran dilakukan Geryndo Utama (GU). Indominco Mandiri melakukan pengeboran di Blok Timur meliputi pengeboran pre-production 22 lubang dengan kedalaman 2.152 meter berupa pemboran open hole 12 lubang dengan kedalaman 1.892 meter, dan pemboran coring 10 lubang kedalaman 260 meter di area Pit 19AS.

Pada Blok Barat meliputi pengeboran piezometer 3 lubang kedalaman 247 meter berupa pemboran open hole 2 lubang kedalaman 231 meter, dan pemboran coring 1 lubang dengan 16 meter di area L13. Guna mendukung kegiatan penambangan, telah dilakukan pengambilan sampel batu bara 261 sampel dari area existing pit, dan ROM. Biaya pengeboran Rp1,66 miliar.

Pengeboran Bharinto Ekatama di Damai, Kutai Barat, Kalimantan Timur, dan Teweh Timur, Barito Utara, Kalimantan Tengah dengan wilayah kerja seluas 17.311 hektare (Ha). Luasan wilayah kerja terbagi tiga area utama (blok), yakni Blok Biangan 4.707 Ha (wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah), Blok Lempenang seluas 7.943 Ha (wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah) dan Blok Tenaik (sebelumnya bernama Blok Skidding) seluas 4.661 Ha (seluruhnya wilayah Kalimantan Timur).

Bharinto Ekatama melakukan aktivitas pengeboran pra produksi Blok Lempanang pada 77 Lubang bor kedalaman 4971 meter untuk open hole, dan 2059 meter bor inti (Coring). Blok Tenaik 160 lubang bor kedalaman 10,923 meter untuk open hole, dan 2055 meter bor inti (Coring). Biaya total pengeboran Rp8,14 miliar.

PT Tepian Indah Sukses melakukan aktivitas pengeboran pada 16 Lubang bor kedalaman 649.26 meter untuk open hole, dan 201.19 meter bor inti (Coring). Kegiatan eksplorasi dilakukan Geryndo Utama, dan perekaman data logging geofisika pada 2025 dilakukan Coal Logging Indonesia, sedang analisa conto batu bara dilakukan di Laboratorium Trubaindo Coal Mining sudah bersertifikat oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan biaya Rp911,22 juta. (*)