EmitenNews.com - Presiden Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan Pemerintah saat ini sedang bekerja keras mengawal beberapa transformasi besar agar Indonesia semakin kompetitif dalam menghadapi dunia yang penuh dengan kompetisi dan ketidakpastian.


Berbagai transformasi besar itu mulai dari hilirisasi industri, transformasi digital, transisi menuju energi hijau, hingga pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).


“Kita harus membuka lapangan kerja seluas-luasnya, kita harus menyejahterakan petani, nelayan, buruh industri. Kita harus memfasilitasi agar pelaku UMKM bisa naik kelas dengan digitalisasi. Kita harus mendukung peningkatan produk-produk dalam negeri,” tegas Presiden di acara pembukaan Mukernas ICMI, secara virtual, Sabtu (29/1).


Ia menekankan pentingnya investasi dalam mendukung upaya yang tengah dilakukan. Untuk itu menurutnya kita harus mempermudah investasi yang besar, yang sedang, maupun yang kecil, dari dalam maupun dari luar negeri.


"Itulah tujuan kita menetapkan Undang-Undang Cipta Kerja, untuk menciptakan lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,” ujarnya.


Terkait dengan hilirisasi yang sedang dilakukan, salah satunya di sektor pertambangan, minyak, dan gas, Presiden menjelaskan hal ini dilakukan untuk memberikan nilai tambah yang besar di Indonesia, membuka lapangan kerja, dan sekaligus untuk menghemat devisa.


“Saya kira sudah tidak zamannya lagi, yang sejak zaman VOC kita selalu mengirim, mengekspor bahan-bahan mentah yang nilai tambahnya dinikmati negara lain,” kata Jokowi.


Pemerintah telah membuktikan bahwa dengan hilirisasi, nilai tambah yang didapatkan di dalam negeri menjadi sangat besar. Misalnya, hilirisasi nikel yang sejak tahun 2015 dilakukan telah memberikan dampak signifikan dari sisi ekspor maupun neraca perdagangan.


“Ekspor besi baja di tahun 2021 mencapai USD20,9 miliar, kira-kira Rp300 triliun, meningkat dari sebelumnya USD1,1 miliar US Dollar di tahun 2014. Dari Rp15 triliun kemudian meloncat kepada Rp300 triliun, itu karena peningkatan nilai tambah di dalam negeri,” ujarnya.


Tak hanya nikel, imbuh Presiden, pemerintah juga akan menghentikan secara bertahap ekspor bahan mentah barang tambang lainnya, mulai dari bauksit, tembaga, timah, hingga emas dan melakukan hilirasisasi. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan hilirisasi di sektor-sektor lain, salah satunya sektor pertanian