EmitenNews.com - Kabinet mendatang bakal diperkuat oleh Stella Christie. Guru Besar Universitas Tsinghua, China itu, hadir memenuhi panggilan Presiden terpilih 2024, Prabowo Subianto, di kediaman Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2024). Mengenakan setelan baju batik berwarna coklat terang, kedatangan peraih Ph.D (S3) tahun 2010 dari Northwestern University itu, cukup menarik perhatian.

Stella Christie adalah salah satu dari 59 tokoh yang hadir di rumah Prabowo itu, pada hari Selasa. Usai bertemu Prabowo, dan keluar halaman, penuh percaya diri, perempuan kelahiran Medan, Sumatera Utara, 11 Januari 1979, menyapa para wartawan yang setia menunggu, dan tanpa ragu segera memperkenalkan diri. 

“Saya adalah ilmuwan di bidang cognitive science, ilmu interdisipliner yang mempelajari bagaimana cara manusia berpikir, dan hubungannya dengan hewan serta artificial intelligent (AI),” tegas perempuan 45 tahun itu, sambil tersenyum.

Dari profil akademinya, Stella tertarik dengan alasan ilmiah mengapa manusia merupakan makhluk yang cerdas. Stella Christie memiliki hipotesis bahwa hal tersebut karena manusia berpikir secara relasional.

Stella memetakan aspek fundamental dari kognisi pikiran relasional yaitu kondisi awal, perangkat pembelajaran, dan aplikasi pikiran relasional sosial. Ia fokus memahami bagaimana kondisi awal berinteraksi dengan alat pembelajaran dan bahasa serta proses perbandingan untuk menghasilkan pikiran yang cerdas.

Tetapi, seperti yang lainnya, saat ditanya mengenai tugas apa yang dipercayakan Prabowo untuknya, Stella menolak untuk membeberkannya. Ia mempersilakan wartawan menunggu Prabowo sendiri yang menyampaikannya.

“Itu, nanti silakan Pak Prabowo yang akan bicara langsung, nanti Pak Prabowo yang jelaskan,” ucapnya.

Saat ini, Stella merupakan profesor, atau guru besar, dan researcher di Tsinghua University, Beijing, China.

Sebelumnya, Stella menyelesaikan pendidikan sarjananya di Harvard University, dengan Magna Cumlaude, atau pujian tertinggi pada tahun 2004. Ia menuntaskan pendidikan magister dan doktor di Northwestern University.

Laman Tsinghua University menuliskan, pada periode 2010-2012, Stella Christie pernah menjadi rekan pasca doktoral di University of British Columbia. Kemudian pada tahun 2015-2016 ia menjadi cendikiawan tamu di Stanford University.