IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

mark dynamics indonesia
victoria sekuritas

Kawal Performa Positif, Bukalapak.com (BUKA) Jalankan Strategi Berikut 

20/10/2021, 07:45 WIB

Kawal Performa Positif, Bukalapak.com (BUKA) Jalankan Strategi Berikut 

EmitenNews.com - PT Bukalapak.com (BUKA) bakal fokus pada segmen paling menguntungkan. Paruh pertama tahun ini, pendapatan Bukalapak tumbuh 35 persen menjadi Rp864 miliar. Hasil itu, ditopang segmen marketplace dengan pendapatan Rp530,6 miliar. 


Lalu, disusul mitra atau online to offline sejumlah Rp289,81 miliar, dan Buka Pengadaan Rp45,56 miliar. ”Kita fokus memilih segmen paling memberi value, dan winner marketplace. Tepatnya, fokus segmen, dan pelapak,” tutur Rachmat Kaimuddin, Direktur Utama PT Bukalapak.com, Selasa (19/10).


Bukalapak memiliki segmentasi pelapak unik. Itu karena bermula dari forum jual beli. Dengan begitu, akan sulit dibandingkan dengan para kompetitor. Apalagi, saat ini, perusahaan merambah all-commerce. ”Ya, tidak bisa dibanding-bandingkan hanya dari satu segmen,” ucapnya.


Saat ini, segmen yang digerati Bukalapak masih sticky. Artinya, Bukalapak punya tempat tersendiri, ada segmen market tersendiri. Paruh pertama Bukalapak mencatat total processing value (TPV) atau nilai pemprosesan total tumbuh 54 persen menjadi Rp56,7 triliun dibanding periode sama tahun lalu. Pertumbuhan itu, didukung lonjakan jumlah transaksi 15 persen, dan average transaction value (ATV) naik 15 persen. Rasio biaya operasional terhadap TPV turun menjadi 2,8 persen dari periode sama tahun lalu 4,8 persen.


Bukalapak berhasil menekan kerugian Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA). Kerugian EBITDA pada kuartal dua 2021 tercatat Rp407 miliar, ada perbaikan 31 persen dibanding periode sama tahun lalu. Sedang kerugian EBITDA paruh pertama tahun ini, membaik 27 persen dibanding periode sama tahun lalu. 


Rasio kerugian EBITDA terhadap TPV membaik menjadi 1,4 persen paruh kuartal dua 2021 dari periode sama tahun lalu 3,1 persen. Sedang rasio kerugian EBITDA pada paruh pertama 2021 terhadap TPV juga membaik menjadi 1,2 persen dibanding periode sama tahun lalu 2,6 persen.


Paruh pertama tahun ini, Bukalapak mampu menekan kerugian operasional 24,9 persen menjadi Rp776 miliar dari periode sama tahun lalu Rp1.03 triliun. Selain itu, Bukalapak sukses mengurangi kerugian bersih 25,7 persen menjadi Rp763 miliar dari periode sama tahun lalu Rp1,03 triliun. ”Saat ini, kami memastikan pertumbuhan bisnis sehat, dan berkualitas berdasar solusi-solusi bisnis tepat. Kami optimistis Bukalapak berada pada sektor bisnis tepat, mempunyai platform baik, infrastruktur, dan sumber daya terbaik untuk menghasilkan kinerja positif di masa mendatang,” tegasnya. (*)



Author: J S