EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan sesi I Jumat siang (6/2/2026). IHSG terperosok 229,46 poin atau 2,83 persen ke level 7.874,41, seiring tekanan jual masif di hampir seluruh sektor.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hanya 89 saham menguat, sementara 671 saham melemah dan 57 saham stagnan. Volume perdagangan tercatat 22,23 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp10,46 triliun.

Tekanan terbesar datang dari sektor saham siklikal dan bahan baku. IDXCYCLIC ambles 5,43 persen, disusul IDXBASIC yang anjlok 4,17 persen. Pelemahan juga merata di sektor lain, antara lain:

IDXINDUST turun 4,70 persen

IDXENERGY melemah 3,88 persen

IDXINFRA terkoreksi 3,63 persen

IDXPROPERT turun 3,21 persen

IDXTRANS melemah 2,25 persen

IDXFINANCE terkoreksi 1,97 persen

IDXNONCYC turun 1,78 persen

IDXTECHNO melemah 1,64 persen

IDXHEALTH terkoreksi 1,09 persen

Kembali diterpa tekanan pasar, beberapa saham terdampak, PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. (PADI) menjadi pemberat utama setelah ambles 15,00 persen ke level 85. Disusul anak usaha Astra Group, PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO) yang melemah 14,93 persen ke 6.125.

Walau diterpa tekanan pasar, sejumlah saham justru melesat tajam. PT Indal Aluminium Industry Tbk. (INAI) memimpin penguatan dengan lonjakan 26,55 persen ke 224. Berikutnya, PT Krida Jaringan Nusantara Tbk. (KJEN) melonjak 26,39 persen ke 182, serta PT Nusantara Almazia Tbk. (NZIA) yang menguat 23,91 persen ke 228.