EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,71 persen menjadi 5.902. Seluruh sektor menanjak  dengan penguatan terbesar saham sektor transportasi 4,51 persen. Rebound IHSG berlanjut antara lain didukung koreksi harga minyak mentah dunia, dan penguatan nilai tukar Rupiah.

Di pasar spot nilai tukar Rupiah menguat 0,63 persen menjadi Rp17.944 per dolar Amerika Serikat (USD). Secara teknikal, IHSG bertahan di atas MA5, dan ditutup di level MA10. Stochastic RSI berlanjut menguat di area pivot. Penyempitan histogram MACD berlanjut, dan berpotensi membentuk golden cross.

So, IHSG diperkirakan berpeluang menguji level psikologis 6.000. Namun, perlu diwaspadai potensi profit taking akibat sentimen negatif dari eksternal. Indeks keyakinan konsumen turun ke level 120,9 pada Mei 2026 dari periode April 2026 di kisaran 123. Level itu, merupakan posisi terendah sejak September 2025.

Penurunan itu, terutama disebabkan penilaian lebih lemah terhadap kondisi ekonomi saat ini. Selain itu, sentimen terhadap pembelian barang tahan lama, persepsi ketersediaan pekerjaan selama enam bulan terakhir, dan ekspektasi pendapatan selama enam bulan ke depan mengalami penurunan.

Sebaliknya, ekspektasi mengenai ketersediaan pekerjaan, dan aktivitas bisnis sedikit membaik. Penjualan mobil baru Indonesia meningkat 14 persen YoY menjadi 69.219 unit edisi Mei 2026, setelah meningkat signifikan 55 persen YoY periode April 2026. Itu merupakan pertumbuhan selama dua bulan berturut-turut, meski ada indikasi perlambatan di tengah potensi inflasi, dan kenaikan harga bensin.

Namun, depresiasi Rupiah berpotensi dapat mendorong terjadinya kenaikan biaya produksi, dan biaya impor. Periode Januari-Mei 2026, penjualan mobil tumbuh 12,8 persen YoY mencapai 359.015 unit, dibanding periode periode sama edisi 2025. Gaikindo menargetkan penjualan mobil tahun ini mencapai 850 ribu unit.

Menilik data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Indofood Sukses Makmur (INDF), Perusahaan Gas Negara (PGAS), Bank Negara Indonesia (BBNI), Telkom Indonesia (TLKM), dan Adi Sarana Armada (ASSA). (*)