Komitmen K3, Sepanjang 2025 SIG Zero Fatality
TAKTIS - Tim Unit Kerja K3 Semen Padang melakukan simulasi pertolongan pertama pada korban kecelakaan kerja dalam rangkaian kompetisi SHE Challenge Bulan K3 Nasional 2026 di Lapangan Fire Ground Semen Padang, Sumatra Barat, pada akhir Januari 2026 lalu. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Angka kecelakaan kerja nasional sepanjang 2024 mencapai 300 ribu kasus. Merujuk data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), angka itu merupakan indikasi kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) nasional masih menghadapi tantangan serius. Beberapa insiden di antaranya menyebabkan korban meninggal atau fatalitas.
Selain regulasi, komitmen penyedia kerja memfasilitasi lingkungan kerja aman turut menjadi kunci. Sebagai perusahaan penyedia solusi bahan bangunan terdepan Indonesia, komitmen Semen Indonesia alias SIG (SMGR) terhadap implementasi budaya K3 berhasil mencatat nihil fatalitas (recordable) seluruh wilayah operasi pabrik semen pada 2025.
Pencapaian itu, menjadi cerminan komitmen kuat perusahaan dengan menempatkan K3 sebagai nilai utama dalam aktivitas pekerja sehari-hari. Menutup rangkaian Bulan K3 Nasional 2026 SIG Group secara hybrid dari Semen Tonasa, Pangkep, Sulawesi Selatan, Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari menegaskan peringatan Bulan K3 Nasional bukan sekadar agenda seremonial tahunan tetapi momentum untuk refleksi atas kesadaran sekaligus evaluasi pelaksanaan budaya K3 lingkungan SIG Group.
"Bulan K3 Nasional juga menjadi pengingat komitmen SIG untuk menempatkan K3 sebagai nilai utama yang tidak hanya bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK), tetapi juga untuk memastikan kenyamanan karyawan dan mitra Perusahaan dalam bekerja sehingga lebih optimal dan produktif," kata Reni.
Pada peringatan Bulan K3 Nasional 2026, SIG mengangkat tema “From Compliance to Resillience: Insan SIG sebagai Penggerak Budaya K3 dalam Implementasi K3 Inklusif, Kolaboratif dan Berkelanjutan". Tema itu menyoroti peran strategis individu sebagai penggerak utama keberhasilan K3. Melalui tema itu, SIG menunjukkan komitmen untuk meningkatkan safety maturity atau kemampuan untuk mengatasi risiko keselamatan ke level lebih tinggi secara berkelanjutan.
Penerapan aspek K3 di SIG didukung oleh komitmen yang kuat dari manajemen Perusahaan melalui kebijakan dan standarisasi di seluruh anak usaha, serta pengawasan yang berkesinambungan dan menjadi wujud komitmen kepemimpinan (leadership) yang tidak hanya hadir di lapangan, tetapi juga dapat dirasakan kehadirannya oleh seluruh karyawan.
Selain nihil fatalitas, pada 2025, SIG berhasil mencatat lost time injury frequency rate 0,13 dari target 0,3, lost time injury severity rate 1,01 dari target 5, dan pencapaian implementasi leading indicator di antaranya melalui program safety observation tour, corporate life saving rules (CLSR) improvement plan, visible safety leadership (VSL) ambassador, CSMS, safety academy, kesiapan respon darurat (emergency response preparedness), dan lain-lain.
Atas komitmen itu, SIG meraih berbagai penghargaan. Di antaranya zero accident award dari Kemnaker, tropi & aditama terbaik atas pengelolaan keselamatan pertambangan dari Kementerian ESDM, dan Indonesian Conference & Competition on Occupational Safety & Health (ICC-OSH) Award.
Salah satu upaya strategis SIG dalam memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan SIG Group adalah melalui implementasi VSL, yaitu keterlibatan aktif lini manajemen yang terjun langsung ke lapangan untuk berdialog, melakukan observasi dan intervensi konstruktif ketika ditemukan kondisi maupun tindakan tidak aman.
Untuk meningkatkan dan memperkuat upaya tersebut, SIG mendorong transformasi menuju visible felt safety leadership (VFSL). Di mana, kepemimpinan dalam keselamatan tidak hanya terlihat, tetapi juga dirasakan kepeduliannya oleh pekerja. Itu bertujuan membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap keselamatan.
Reni menambahkan, pada rangkaian acara peringatan Bulan K3 Nasional 2026, SIG juga meluncurkan New CLSR sebagai panduan bekerja aman bagi seluruh karyawan. New CLSR berisi 20 poin panduan keselamatan kerja disusun berdasar data statistik insiden yang dilaporkan (recordable incident), dan risiko proses bisnis operasi SIG.
”Budaya K3 berangkat dari kesadaran bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama dimulai dari masing-masing individu, dan merupakan kebutuhan bersama. Safety Yes, Accident No! Safety is Our Top Priority,” ucap Reni. (*)
Related News
IHSG Rontok ke Level 8.235, Sektor Transportasi Tenggelam Paling Dalam
IHSG Sesi I (26/2) Drop 0,81 Persen ke 8.255, Seluruh Sektor Merah!
Produk UMKM Ramaikan Etalase Kuliner KA Jarak Jauh
Buntut Pembekuan Wanteg Sekuritas, Dewan Komisaris Beberkan Alasan!
Program Gentengisasi Perlu Diikuti Penerapan Standarisasi
2025 Subsektor Mamin Sumbang 41,26 Persen Ke Industri Pengolahan





