Konsolidatif, IHSG Coba Level 8.300
Suasana Imlek menyelimuti area Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu ditutup melemah 0,64 persen menjadi 8.212. Investor cenderung berhati-hati menjelang libur long weekend. Sementara itu, nilai tukar Rupiah melemah di level Rp16.825per dolar Amerika Serikat (USD). Secara teknikal, histogram negatif MACD berlanjut mengalami penyempitan, dan berpotensi membentuk golden cross.
Namun, momentum Stochastic RSI mulai melemah meski masih bergerak di area pivot. Indeks ditaksir bergerak konsolidasi pada kisaran 8.150-8.300. Pada sarasehan ekonomi Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo mengklaim sukses menghemat Rp380 triliun edisi pertama pemerintahan.
Dana itu, dialokasikan untuk mendukung program prioritas termasuk Program makan bergizi gratis (MBG). Forum itu, juga mengonfirmasi masuknya komitmen investasi senilai Rp90 triliun hasil kunjungan luar negeri sebelumnya untuk pembukaan lapangan kerja.
Prabowo dijadwal meneken Perjanjian Perdagangan Resiprokal alias Agreement on Resiprocal Trade bersama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 19 Februari 2026. Poin utama kesepakatan tarif resiprokal 19 persen terhadap produk Indonesia, kecuali rude palm oil (CPO), kopi, kakao, dan Indonesia akan impor migas AS senilai USD15 miliar.
Berdasar data tersebut, Phintraco Sekuritas menyarankan para investor untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Vale Indonesia (INCO), Panin Finanial (PNLF), HM Sampoerna (HMSP), Saratoga Investama Sedaya (SRTG), Harum Energy (HRUM), dan Ultrajaya (ULTJ). (*)
Related News
Mentan: Hilirisasi Bisa Naikkan Nilai Tambah Kelapa 100 Kali Lipat
Wall Street Menyala, IHSG Cenderung Koreksi
IHSG Terseret Koreksi, Angkut Saham INDY, ISAT, dan MAPI
Konsesi Panas Bumi Halmahera Ke Perusahaan Terkait Israel Bikin Heboh
Uji Produksi Sumur Libo SE #86 Blok Rokan Hasilkan 1.274 BOPD Minyak
Tarif Resiprokal AS Berdampak Kepada Kinerja Ekspor Furnitur Indonesia





