Konsumsi Rumah Tangga Sumbang Hampir 60 Persen Pertumbuhan Ekonomi
:
0
EmitenNews.com - Pemerintah optimis dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2022, terlebih bila didorong perbaikan pertumbuhan ekonomi di Kuartal IV-2021.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengungkapkan kunci keberhasilan Indonesia dalam menghadapi Covid-19 adalah kebersamaan semua pihak dalam menangani tugas. Khususnya kerja sama dalam Komite PC-PEN dan Satgas Covid-19 seluruh Indonesia, sehingga mampu menurunkan kasus aktif yang sudah mencapai puncaknya pada Juli dan Agustus lalu.
Kebersamaan untuk mengendalikan Covid-19 berdampak besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan berhasil mengendalikan kasus Covid-19, maka akan mendorong kepercayaan diri masyarakat untuk memulai aktivitas dan melakukan mobilitas.
"Hal tersebut pastinya mendorong konsumsi masyarakat juga, di mana hampir 60% dari keseluruhan komponen pertumbuhan pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi rumah tangga. Pada Kuartal III-2021 kemarin mobilitas masyarakat turun jauh, tapi perekonomian kita masih sanggup tumbuh positif,” ujar Sesmenko.
Pemerintah tetap menjaga fleksibilitas APBN dan melanjutkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pemerintah juga memberikan dukungan kepada dunia usaha untuk menjaga proses keberlangsungan usaha selama masa pemulihan.
Khusus untuk UMKM, berbagai program telah diberikan antara lain Subsidi Bunga, Penempatan Dana Pemerintah pada Bank Umum Mitra untuk mendukung perluasan kredit modal kerja dan restrukturisasi kredit UMKM, Penjaminan Kredit Modal Kerja UMKM, Banpres Produktif Usaha Mikro, Bantuan Tunai untuk PKL dan Warung, dan insentif PPh Final UMKM Ditanggung Pemerintah (DTP).
Pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp744,77 triliun untuk Program PEN. Per 26 November 2021, total realisasi program PEN telah mencapai Rp501,97 triliun atau 67,4% dari pagu tersebut. “Dari anggaran PEN, klaster terbesar adalah bagaimana memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat,” imbuh Sesmenko.
“Pemerintah lindungi masyarakat, mendorong daya belinya, dan pada akhirnya hal itu akan berkontribusi sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi kita. Gotong royong itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi kita yang diharapkan tahun depan akan lebih baik lagi,” tambahnya.
Salah satu hikmah positif dari pandemi yakni dengan terjadinya percepatan dalam penggunaan teknologi digital dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Mulai dari penggunaan teknologi virtual untuk acara rapat dan pertemuan, pembelajaran jarak jauh, sampai telemedicine.
Saat ini, Indonesia memiliki 2.306 start-up, serta mempunyai 1 Decacorn yaitu GoTo (nilai valuasi lebih dari USD10 miliar) dan 10 Unicorn (nilai valuasi lebih dari USD 1 miliar). Menjamurnya start-up tersebut berhasil menempatkan Indonesia dalam urutan ke-5 negara dengan jumlah start-up terbanyak di dunia.
Related News
Ingat, Telat Lapor SPT Badan, DJP Hapus Sanksi Hanya Sampai Akhir Mei
TLKM Telat Sampaikan Annual Report 2025 dan Kuartal I, Sampai Kapan?
Perang Bawa Harga Urea Melonjak, Ancam Inflasi Pangan
Probabilitas Resesi Indonesia di Bawah 5 Persen
Harga Minyak Seret Rupiah, Rupee dan Peso Filipina ke Rekor Terendah
Pastikan IEU-CEPA Bisa Berlaku 1 Januari 2027, Industri Senyum Lega





