Kontribusi Astra melalui YDBA untuk UMKM Manggarai Barat, NTT
:
0
Ketua Ketua Kelompok Aroma Tani Vanili Desa Loha, Godefridus (kanan) saat menunjukkan komoditas vanili yang dibudidayakannya setelah mengikuti pembinaan dari Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) kepada Ketua Pengurus YDBA, Rahmat Samulo (kedua kiri); Sekretaris Pengurus YDBA dan Ema Poedjiwati Prasetio (kiri) dalam kunjungannya di Desa Loha Kab. Manggarai Barat (10/02).
EmitenNews.com - Indonesia memiliki potensi sumber daya alam berlimpah salah satunya di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Wilayah yang dikenal dengan ibu kota Labuan Bajo ini memiliki poteni sumber daya alam mulai dari pertanian, perkebunan hingga hortikultura.
Sumber daya yang berlimpah tentu bisa mendukung kesejahteraan masyarakatnya, apabila sumber daya tersebut dapat dioptimalkan dengan tepat.
Pada tahun 2021 Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) berupaya untuk menjalankan kontribusi sosialnya di wilayah tersebut dengan melakukan pembinaan kepada UMKM pertanian, salah duanya adalah komoditas vanili di Desa Loha dan mete di Desa Repi.
Selain untuk mendukung kemandirian UMKM, keberadaan Astra melalui YDBA di wilayah tersebut dengan harapan bisa menjadikan para petani di wilayah tersebut memiliki mindset sebagai pengusaha.
Ketua Pengurus YDBA, Rahmat Samulo yang hadir mengunjungi UMKM vanili maupun mete didampingi Sekretaris Pengurus YDBA, Ema Poedjiwati Prasetio pada 10 – 11 Februari 2025 menuturkan, bahwa hadirnya Astra melalui YDBA membina UMKM vanili maupun mete, karena kedua komoditas tersebut memiliki potensi yang cukup baik untuk dikembangkan.
Samulo menyampaikan bahwa vanili memiliki potensi ekspor dan mete memiliki potensi pasar yang besar, baik di lokal maupun nasional.
Samulo juga menambahkan, bahwa Astra hadir bukan dengan pendekatan pembinaan yang instan bagi para UMKM binaannya.
Astra melalui YDBA hadir membina UMKM dengan pendekatan yang terstruktur dan mengutamakan pola pikir atau perubahan mindset bagi UMKM binaannya.
Sehingga, para UMKM binaannya bisa memiliki pola pikir sebagai pengusaha, bukan sebagai petani maupun UMKM.
“Astra tidak menganut instan, tapi kami menjalannya secara terstruktur namun pasti,” ucap Samulo.
Related News
Oki ke INA, Mandiri Sekuritas Tunjuk Alex Jadi Plt Dirut
MSCI Jadi Pemantik, IPOT Nilai Volatilitas IHSG Awet hingga Akhir Mei
IHSG Dibuka Fluktuatif, Drop 0,30 Persen ke 6.579
Rupiah Sudutkan IHSG, Gulung Saham TLKM, ASII hingga MEDC
IHSG Tertekan, Akrobat Rupiah Bikin Investor Waswas
IHSG Ambruk ke 6.599, Analis Prediksi Masih Berpotensi Koreksi





