Kunci Level Rp17.168, Bagaimana Rupiah Hari Ini?
:
0
Ilustrasi, nilai tukar rupiah ke dolar AS.
EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan kemarin (20/4) mata uang rupiah ditutup menguat 21 point ke level Rp.17.168 dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp.17.188.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menyebut, meskipun dolar mengalami penguatan, rupiah berhasil beranjak dari pelemahan kendati tidak begitu signifikan.
Ibrahim juga menuturkan perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah, bahwa Selat Hormuz kembali ditutup setelah AS dan Iran sama-sama mengatakan pihak lain telah melanggar kesepakatan gencatan senjata mereka dengan menyerang kapal-kapal selama akhir pekan. Karena AS menembaki dan menangkap kapal Iran yang mencoba menghindari blokade.
Militer AS juga telah menyita sebuah kapal kargo Iran yang mencoba menerobos blokade, sementara Iran mengatakan tidak akan berpartisipasi dalam putaran kedua pembicaraan damai meskipun Trump mengancam akan melakukan serangan udara lagi.
Amerika Serikat telah mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sementara Iran telah mencabut dan kemudian memberlakukan kembali blokade terhadap Selat Hormuz, yang menangani sekitar seperlima pasokan minyak dunia sebelum perang dimulai hampir dua bulan lalu.
"Harga minyak melonjak hingga 7 persen pada hari Senin, membuat pasar sebagian besar tegang karena efek inflasi dari perang Iran. Kekhawatiran atas inflasi yang dipicu oleh energi merupakan beban utama pada harga logam sejak dimulainya konflik pada akhir Februari," tutur Ibrahim.
Di sisi lain, dari sentimen domestik, ada dua faktor rupiah menguat, walaupun dolar menguat tajam. Pertama, faktor IMF yang memberikan saran terhadap pemerintah agar Bank Sentral tidak menaikkan suku bunga imbas perang di Timur Tengah. Di samping itu, pemerintah Indonesia yang menaikkan harga BBM non subsidi kecuali pertamax, dinilai mendorong menguatnya rupiah.
"Hal ini membuat subsidi pemerintah terhadap BBM, dinilai membantu. Kebutuhan minyak mentah Indonesia cukup besar, per hari 2,1 juta barel per hari. Sedangkan produksi di dalam negeri hanya sebesar 600 ribu barel per hari. Sehingga impor 1,5 juta barel per hari," ujar Ibrahim.
Sedangkan untuk perdagangan hari ini, Selasa (21/4) mata uang rupiah masih bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.160- Rp17.200. (*)
Related News
Nilai Tukar Yuan Hari Ini Berbalik Menguat Terhadap Dolar AS
Astra Graphia (ASGR) Bidik Ekspansi Di Layanan TI Pada 2026
Harga Emas Antam Selasa Ini Naik Rp40.000 per Gram
Khawatir Gencatan Senjata AS - Iran Buntu, Harga Minyak Melonjak
Pertamina-Toyota Sepakat Bangun Pabrik Bioetanol, Lokasinya di Lampung
Setoran Pajak Merosot, Pemerintah Keluarkan Aturan Ini Mulai 1 Mei





