IDXINDUST

 0.67%

IDXINFRA

 0.39%

IDXCYCLIC

 1.02%

MNC36

 0.75%

IDXSMC-LIQ

 0.49%

IDXHEALTH

 1.06%

IDXTRANS

 2.39%

IDXENERGY

 1.31%

IDXMESBUMN

 0.84%

IDXQ30

 0.86%

IDXFINANCE

 0.62%

I-GRADE

 0.73%

INFOBANK15

 0.73%

COMPOSITE

 0.65%

IDXTECHNO

 0.49%

IDXV30

 0.67%

ESGQKEHATI

 0.65%

IDXNONCYC

 0.16%

Investor33

 0.65%

IDXSMC-COM

 0.79%

IDXBASIC

 1.04%

IDXESGL

 0.77%

DBX

 1.32%

IDX30

 0.57%

IDXG30

 0.38%

ESGSKEHATI

 0.67%

KOMPAS100

 0.71%

PEFINDO25

 1.14%

BISNIS-27

 0.67%

ISSI

 0.81%

MBX

 0.64%

IDXPROPERT

 0.52%

LQ45

 0.52%

IDXBUMN20

 0.94%

IDXHIDIV20

 0.69%

JII

 0.91%

IDX80

 0.72%

JII70

 0.87%

SRI-KEHATI

 0.71%

SMinfra18

 0.42%

KB Bukopin
victoria sekuritas

Laba HM Sampoerna (HMSP) Merosot 16,62 Persen di 2021, Ini Pemicunya

24/03/2022, 17:41 WIB

Laba HM Sampoerna (HMSP) Merosot 16,62 Persen di 2021, Ini Pemicunya

EmitenNews.com - PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) hingga akhir 2021 mencatatkan laba bersih sebesar Rp7,137 triliun, atau turun 16,82 persen dibandingkan tahun 2020 yang mencatatkan laba sebesar Rp8,581 triliun. Sementara, laba per saham dasar juga turun menjadi Rp61 dari sebesar Rp74 pada 2020.

 

Dalam laporan keuangan tahun 2021 emiten rokok itu yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (24/3/2022) disebutkan penurunan laba tersebut karena beban pokok penjualan membengkak sebesar 11,27 persen menjadi Rp81,955 triliun yang dipicu kenaikan 9,9 persen  pita cukai menjadi Rp57,362 triliun.

 

Selain itu, persediaan barang jadi dan barang dagangan awal membengkak 72,2 persen menjadi Rp6,278 triliun serta pembelian barang dagangan naik 9,6 persen menjadi Rp9,793 triliun. Sehingga laba kotor tercatat Rp16,919 triliun, atau turun 9,6 persen dibandingkan tahun 2020 yang terbilang Rp18,771 triliun.

 

Pada sisi penjualan HMSP mencatat tumbuh 6,9 persen menjadi Rp98,874 triliun yang ditopang pertumbuhan penjualan kretetk mesin sebesar 6,5 persen menjadi Rp65,243 triliun. Disusul penjualan kretek tangan yang tumbuh 6,5 persen menjadi Rp22,879 triliun.

 

Penjualan rokok putih mesin tumbuh 5,6 persen menjadi Rp9,424 triliun dan  penjualan rokok putih tangan melonjak 3.300 persen menjadi Rp544,89 miliar.

 

Sementara itu, aset tumbuh 6,8 persen menjadi Rp53,09 triliun. Hal ini dipicu utang cukai yang membengkak 55,7 persen menjadi Rp14,835 triliun.





Author: K M