Laba WINS Melonjak 194 Persen di Q1 2026, Ditopang Kapal High-Tier
:
0
PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).
EmitenNews.com -PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) mencatat lonjakan kinerja yang signifikan pada kuartal I/2026, dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat tajam 194persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi USD4,8 juta.
Kinerja tersebut didorong oleh penguatan pada Divisi Kapal Milik seiring bertambahnya armada high-tier yang mulai beroperasi sejak Desember 2025. Pendapatan dari divisi ini melonjak 53,9 persen YoY menjadi USD22,8 juta, dengan laba kotor mencapai USD12,7 juta atau meningkat dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Margin kotor Divisi Kapal Milik pun ikut terdongkrak menjadi 55,7 persen dari sebelumnya 41,1 persen pada kuartal I 2025, mencerminkan peningkatan efisiensi dan kualitas pendapatan.
Secara keseluruhan, total laba kotor perseroan naik 101,6 persen YoY menjadi USD13,3 juta, didukung oleh tingkat utilisasi armada yang meningkat menjadi 62 persen dari 55persen pada tahun sebelumnya.
Di sisi lain, Divisi Kapal Sewa mencatat penurunan laba kotor sebesar 15 persen YoY menjadi USD0,03 juta. Namun, segmen Layanan Lainnya justru menunjukkan pertumbuhan dengan laba kotor naik 17persen YoY menjadi USD0,5 juta dan margin sebesar 34,1 persen.
Dari sisi biaya, peningkatan aktivitas operasional turut mendorong kenaikan beban langsung. Depresiasi naik 20 persen YoY menjadi USD4 juta, biaya awak kapal meningkat 24,2 persen menjadi USD2,9 juta, serta biaya operasional naik 38,5 persen menjadi USD1,1 juta.
Meski demikian, efisiensi tetap terjaga dengan penurunan biaya pemeliharaan sebesar 1,8persen YoY menjadi USD1,7 juta, serta berkurangnya biaya bahan bakar seiring minimnya kapal yang tidak beroperasi.
Beban tidak langsung meningkat 14,6 persen YoY menjadi USD2,8 juta, terutama dipicu kenaikan biaya karyawan sebesar 16,7persen menjadi USD2,1 juta, sejalan dengan pembayaran tunjangan dan bonus. Sementara itu, laba usaha melonjak 153persen YoY menjadi USD10,5 juta.
Dari sisi non-operasional, beban bunga sedikit turun 1,2 persen menjadi USD0,5 juta berkat refinancing pinjaman dengan bunga lebih rendah. Kerugian selisih kurs juga menurun menjadi USD0,15 juta dari sebelumnya USD0,36 juta.
Sejalan dengan peningkatan kinerja tersebut, EBITDA perseroan tumbuh 92,2 persen YoY menjadi USD14,6 juta. Laba per saham juga meningkat signifikan menjadi Rp18,4 per saham, dibandingkan Rp6,3 per saham pada periode yang sama tahun lalu.
Related News
Bank Mandiri (BMRI) Tebar Dividen Rp44 Triliun, Dividen Final Rp377
Laba IMPC Naik 33 Persen Q1 2026, Targetkan Tembus Rp700M Akhir Tahun
Pendapatan Jasnita (JAST) Naik 48 Persen Q1 2026, Tapi Masih Merugi
Penjualan Rp2,78T, ULTJ Catat Lonjakan Laba 35,89 Persen di Q1-2026
Petinggi BEEF Lego 250 Juta Saham Setara Rp65M, Sisa Porsi 5,03 Persen
TLDN Raup Pendapatan Meningkat 6,8 Persen di Q1 2026, Setara Rp1,37T





