EmitenNews.com -Bursa utama AS jatuh berjamaah sekitar 1 persenan pada perdagangan Selasa (15/08/23), disebabkan oleh pelemahan konsisten dari China yang memicu kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi global, demikian juga dengan yield US Treasury yang kian menanjak setelah dirilisnya data ekonomi mengenai pengeluaran konsumen yang menguat di atas ekspektasi memupuskan harapan bahwa Federal Reserve tidak akan lanjutkan kenaikan suku bunga lagi tahun ini. 

 

IHSG menguat tipis hampir 5 points ke level 6915.10 pada perdagangan Selasa seiring para investor mencerna data surplus Trade Balance yang mengecil di bawah perkiraan. 

 

Surplus Neraca Perdagangan Indonesia di bulan Juli drop ke angka USD 1.31 miliar, vs forecast USD 2.53 miliar, akibat Ekspor turun lebih banyak daripada Impor. Adapun sedari awal tahun, Indonesia telah mengumpulkan pundi-pundi surplus Trade Balance sebesar USD 21.23 miliar, walaupun Ekspor melemah 10.27% dibanding Impor yang hanya turun 6.71%. 

 

Menimbang sentimen yang bergulir di pasar, Head Of Research NH Korindo Sekuritas LIza C. Suryanata memperkirakan aura bullish masih bisa bertahan walau sepertinya agak sulit untuk menembus level resistance kampiun di sekitar 6950-6970 di tengah sentimen market saat ini. 

 

“Setidaknya para investor / trader harus pula memantau level support 6890-6880 jikalau IHSG malah memilih ditutup turun dan kita malah harus kurangi posisi portfolio,” imbuh Liza.