Lego 57,72 Juta Saham SINI, Suami Puan Maharani Cuan 1.420 Persen
Suasana rapat umum pemegang saham tahunan Singaraja Putra beberapa tahun silam. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Basis Energi Prima (BEP) melego seluruh saham Singaraja Putra (SINI). Itu dilakukan dengan mendivestasi 57,72 juta eksemplar. Transaksi penjualan telah ditahbiskan pada 23 Mei 2025.
Transaksi penjualan terjadi dengan harga pelaksanaan Rp3.800 per saham. Menyusul skema harga tersebut, perusahaan besutan Happy Hapsoro yang tak lain suami Puan Maharani tersebut, mereguk dana segar senilai Rp219,33 miliar.
Transaksi tersebut diklaim untuk menambah saham beredar di tengah masyarakat. ”Transaksi untuk keperluan memperbanyak jumlah saham beredar di tangan para investor umum,” tukas Erick Tonny Tjandra, Direktur Utama Singaraja Putra.
Menguak memori pada 24 November 2022 silam, Basis Energi Prima untuk kali pertama menyerok 57,72 juta saham Singaraja Putra dengan harga pelaksanaan Rp250 per helai. Kala itu, Basis Energi Prima cukup mengeluarkan dana Rp14,43 miliar. Kalau dikalkulasi dengan saksama berdasar harga jual terakhir, Happy Hapsoro mendulang cuan 1.420 persen.
Artinya, dalam tempo kurang lebih 2,5 tahun menggenggam saham Singaraja Putra, menantu Megawati tersebut mereguk untung sebesar Rp204,9 miliar. Itu muncul dari perhitungan harga pembelian Rp14,43 miliar, dan dijual dengan mengemas Rp219,33 miliar.
Nah, dengan penuntasan penjualan saham setara 12 persen itu, Basis Energi Prima sebagai salah satu pengendali, tidak lagi mengempit sehelai pun saham Singaraja Putra. Namun, transaksi tersebut tidak mengubah atas permodalan, total saham, pengendali perseroan, dan penerima manfaat akhir.
Hanya, porsi para pengendali dalam menguasai saham Singaraja Putra menjadi berkurang. Yaitu, menjadi 55,22 persen, susut 12 persen dari 67,22 persen. Autum Prima Indonesia 30 persen, Batu Bara Development 16,22 persen, Happy Hapsoro 9 persen, dan publik naik menjadi 44,78 persen dari 32,78 persen. (*)
Related News
Siaga Lonjakan Listrik Saat Lebaran, PGEO Pastikan Pasokan Aman
Ngotot Mau Akuisisi Jungleland Yang Masih Merugi, Ini Alasan JGLE
Topline 2025 DAAZ Menguat Jadi Rp13T, Laba Malah Jeblok 42,1 Persen
Laba Emiten Poultry (CPIN) Melonjak 52 persen ke Rp5,6 Triliun di 2025
Terpangkas 91,93 Persen, MBAP Akumulasi Laba USD1,54 Juta
Pendapatan Rp6,44T, Laba SGRO Anjlok 44,26 Persen





