Lepas 15,08 Persen, Depo Bangunan Tawarkan Harga IPO Rp 426-525 per Saham
:
0
EmitenNews.com - Toko bahan bangunan PT Caturkarda Depo Bangunan akan melakukan penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO sebanyak-banyaknya 1.024.000.000 saham ke publik.
Caturkarda Depo Bangunan akan menggunakan kode perdagangan saham (DEPO) itu dalam informasi e-ipo Senin (1/11)disesbutkan jumlah tersebutditawarkan setara 15,08% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Apaun masa periode penawaran awal (bookbuilding) yang berlangsung 1-8 November 2021 dengan harga penawaran antara Rp 426-Rp 525 per saham dengan Nilai Nominal Rp25 per saham
Dengan begitu, Depo Bangunan berpotensi memperoleh dana segar dengan kisaran Rp 436,22 miliar-Rp 537,6 miliar.
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai pelaksana penjamin emisi dalam ipo ini.
Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek, akan digunakan untuk:
Sekitar 18% (delapan belas persen) akan digunakan untuk meningkatkan belanja modal Perseroan, baik untuk pembukaan gerai baru maupun renovasi gerai-gerai Perseroan yang ada saat ini dan di masa yang akan datang. Perseroan berencana untuk memperluas jaringan gerainya ke kota-kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah, Pulau Sumatera, dan daerah lainnya.
Sekitar 8% (delapan persen) akan digunakan untuk melunasi pinjaman Perseroan kepada Bank yang berasal dari pinjaman rekening Koran dari PT Bank Central Asia Tbk. Sekitar 41% (empat puluh satu persen) akan digunakan untuk penyetoran modal kepada Entitas Anak PT Megadepo Indonesia. Sekitar 33% (tiga puluh tiga persen) akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional Perseroan.
PT Caturkarda Depo Bangunan perusahaan didirikan pada tahun 1996 di Jakarta oleh Kambiyanto Kettin. Saat ini, Depo Bangunan merupakan supermarket bahan bangunan terkemuka di Indonesia dengan konsep “Lengkap, Nyaman, dan Murah”.
Pada tahun 2000, perusahaan membangun gerai terbesarnya di Serpong, Tangerang Selatan dengan luas area lebih dari 20.000 meter persegi dan luas toko 9.012 meter persegi. Setelah itu, pada tahun 2004, pendiri perusahaan membentuk PT Megadepo Indonesia yang berfokus di wilayah Jawa Timur, yang kemudian pada 2019 diakuisisi oleh perusahaan.
Related News
Kinerja URBN Tertekan, Rugi Membengkak ke Rp174 Miliar
Pantau! Ini Sederet Keputusan Penting Investor Untuk CBUT
Pyridam Farma (PYFA) Raih Restu Aksi Korporasi dari Pemegang Saham
Dalam Pemulihan Industri Domestik, Laba Emiten Semen Ini Naik 111%
CBRE Kantongi Fasilitas Kredit USD45 Juta dari Maybank
Emiten Keponakan Prabowo (TRIN) Catat Penjualan Q1 Anjlok Drastis





