Lima Sektor Ini Paling Gencar Ekspansi Kredit Permodalan di Perbankan
:
0
Potret figura bullish, isyarat ilustrasi ekspansif. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Arah penyaluran kredit perbankan Indonesia mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya ekspansi kredit lebih banyak ditopang pembiayaan konsumsi, kini bank semakin agresif menyalurkan kredit ke sektor-sektor produktif yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan lebih baik dengan risiko yang tetap terkendali.
Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center, Christiantoko dalam risetnya yang terbit Minggu (28/6/2026) mengatakan perubahan arah penyaluran kredit menunjukkan bahwa industri perbankan mulai lebih selektif dalam menentukan sektor yang layak memperoleh pembiayaan.
"Ini sinyal positif, saat ini bank tidak hanya melihat besarnya kebutuhan pembiayaan, tetapi juga mempertimbangkan prospek usaha, kualitas risiko, dan potensi sektor tersebut dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Pergeseran ini menunjukkan fungsi intermediasi perbankan mulai lebih banyak mengalir ke sektor-sektor yang menciptakan nilai tambah," ujar Christiantoko.
Dalam laporan terbaru yang bertajuk “Sektor Usaha Favorit Perbankan”, NEXT Indonesia Center mencatat terdapat lima sektor usaha yang saat ini menjadi tujuan utama ekspansi kredit perbankan. Penilaian tersebut didasarkan pada pertumbuhan kredit tertinggi, bukan pada besarnya nilai outstanding kredit.
Sektor konstruksi menjadi sektor dengan pertumbuhan kredit paling tinggi. Per April 2026, kredit ke sektor ini melonjak 45,54% secara tahunan (yoy). Menariknya, lonjakan kredit tersebut diikuti penurunan NPL dari 2,64% pada April 2025 menjadi 1,99% pada April 2026.
"Pertumbuhan kredit yang tinggi akan jauh lebih berkualitas apabila diikuti penurunan risiko kredit. Itu berarti bank tidak hanya mengejar ekspansi, tetapi tetap menjaga prinsip kehati-hatian,” ungkap Christiantoko.
Sektor pengadaan listrik dan gas menempati posisi kedua dengan pertumbuhan kredit 23,27% yoy pada April 2026. Sektor ini justru memiliki risiko kredit paling rendah dengan NPL hanya 0,22% yoy.
Posisi ketiga ditempati sektor aktivitas profesional dan perusahaan dengan pertumbuhan kredit 15,15% pada April 2026. Di posisi berikutnya terdapat sektor real estat yang tumbuh 14,12%, disusul sektor aktivitas kesehatan manusia dan aktivitas sosial sebesar 12,92%.
Dari sisi penggunaan kredit, kredit investasi menjadi motor utama pertumbuhan. Per April 2026, kredit investasi tumbuh 19,48% yoy, jauh melampaui pertumbuhan kredit modal kerja sebesar 6,04% yoy maupun kredit konsumsi sebesar 6,13% yoy.
Menurut Christiantoko, dominasi kredit investasi menjadi indikator penting bahwa dunia usaha mulai kembali melakukan ekspansi.
Related News
Langkah Terbaru Prabowo, 750 Dirut BUMN akan Kehilangan Jabatan
Turki Salip Indonesia Jadi Ekonomi Muslim Terbesar? Ini Data IMF 2025
Horee! KRL Bakal Berhenti Lagi di Stasiun Gambir
Biaya Memori Bengkak, Apple Lobi Trump Izin Beli Chip CXMT China
Harga Emas Antam Sabtu Naik Rp5.000, Buyback Dekati Rp2,4 Juta/Gram
Genjot Pertumbuhan, Prabowo Minta Menkeu Suntik Himbara Hingga Rp400T





