Lomba IYRC 2025 di Korea Selatan, Siswa MAN 4 Jakarta Raih Dua Medali
:
0
Fawaaz Amaar Abdul Mughni (Kelas XI 13), Choky Fii Ramadhani (Kelas XI 4 dan Razin Anandri Firdaus (Kelas XI 1) merebut medali Bronze kategori Creative Design dengan tema “Entrepreneurship with AI Life”. Dok. Ist.
EmitenNews.com - Siswa MAN 4 Jakarta, Choky Fii Ramadhani dan kawan-kawan meraih dua medali pada ajang Lomba International Youth Robot Competition (IYRC), di Cheonan, Korea Selatan, pada 5-6 Agustus 2025. Kompetisi robotik internasional itu, kembali menjadi panggung bagi murid-murid berbakat untuk menampilkan karya inovatif mereka.
Tahun ini, dua kategori bergengsi yang dipertandingkan Coding Mission dengan tema “Save The Forest”, serta Creative Design bertema “Entrepreneurship with AI Life” di ajang 12th International Youth Robot Competition (IYRC) 2025, di Korea Selatan itu.
Dalam keterangan yang dikutip Rabu (13/8/2025), diketahui kompetisi tersebut tidak hanya menguji kemampuan teknis para peserta, tetapi juga daya pikir kreatif serta keberanian mereka dalam menghadirkan solusi nyata untuk masalah di masyarakat.
MAN 4 Jakarta Selatan mengirimkan tiga murid terbaiknya yaitu Fawaaz Amaar Abdul Mughni (Kelas XI 13), Razin Anandri Firdaus (Kelas XI 1) dan Choky Fii Ramadhani (Kelas XI 4) untuk mengikuti kompetisi tersebut.
Pada kategori Coding Mission “Save the Forest”, para peserta ditantang untuk membuat kode pemrograman yang memungkinkan robot bergerak secara otomatis dalam skenario penyelamatan manusia saat terjadi kebakaran hutan. Kategori ini menuntut kecepatan, akurasi, serta strategi logika dalam penyusunan algoritma.
Pada kategori ini murid bernama Amaar berhasil meraih penghargaan tertinggi, yaitu Gold Award, berkat sistem navigasi robot yang efisien dan responsif terhadap situasi darurat. Sementara itu, Choky turut menunjukkan performa luar biasa dan dianugerahi Bronze Award.
Foto: Fawaaz Amaar Abdul Mughni Kelas XI 13 merebut medali Gold pada kategori Coding Mission dengan tema “Save The Forest”
Kedua pemenang di kategori Coding Mission “Save the Forest” menunjukkan pemahaman mendalam tentang pemrograman serta kepekaan terhadap isu lingkungan yang diangkat dalam tema lomba.
Solusi yang mereka rancang tidak hanya berfokus pada keberhasilan teknis, tetapi juga memperhatikan keselamatan manusia dan efektivitas waktu dalam keadaan darurat, menjadikan karya mereka sangat relevan untuk diterapkan di dunia nyata.
Sementara itu, pada kategori Creative Design, tim beranggotakan tiga murid ini berhasil menarik perhatian dewan juri lewat karya inovatif berjudul MoMoParq (Modern Mobile Parking). Mengusung tema Entrepreneurship with AI Life, robot ini dirancang untuk membantu sistem parkir menjadi lebih modern, efisien, dan otomatis dengan potensi besar untuk dikembangkan sebagai bisnis berbasis teknologi.
Related News
BYD tidak Sedang Baik-Baik Saja, Labanya Anjlok Dalam di Kuartal 1
Nissan Rugi Rp59,4T, Produsen Mobil Jepang Ini Belum Bisa Bangkit
Denza D9 Generasi Kedua Dirilis, Harga Rp900 Juta, Ini Spek Lengkapnya
Tak Ada Itu Over Imunisasi, Orang Dewasa Vaksin Campak Lagi Oke Saja
Toyota Catatkan Rekor Baru Penjualan
Tak Cuma Energi, Pertamina Manfaatkan Panas Bumi Untuk Perkebunan





