Dengan perangkat lunak real-time, para kreator dapat bekerja secara kreatif dan kolaboratif, tanpa waktu rendering yang panjang dan alur kerja tertutup. Saat diaplikasikan ke industri media dan hiburan, pemanfaatan teknologi ini dapat membantu para pembuat konten untuk dapat bebas berfokus pada penciptaan dan mewujudkan ide-ide mereka lebih cepat, lebih kreatif, dan fleksibel dibandingkan sebelumnya.

 

Hal ini, berujung pada penghematan waktu, biaya, dan sumber daya yang besar bagi industri.

 

XR sendiri merujuk pada penggunaan teknologi menakjubkan yang memperluas realitas dan menggabungkan dunia nyata dengan virtual. Dengan kata lain, XR berarti sebuah istilah umum yang menggabungkan Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR) dan Mixed Reality (MR) atau bagaimana menghasilkan suatu gambar yang tampilannya imersif.

 

"Penggunaan teknologi ini akan menjadikan sebuah konten menjadi begitu tampak nyata, dan beberapa film barat sudah menggunakan ini seperti Man Versus Bee, Top Gun, Bullet Train dan banyak film. Selain itu, XR juga sangat mendukung untuk meningkatkan event hiburan lainnya seperti konser live music, iklan, bahkan kegiatan keagamaan dan banyak lainnya" jelas Rudi.

 

V2 Indonesia sendiri sebelumnya telah membuat gebrakan dengan menghadirkan pengalaman baru menikmati teknologi terkini melalui House of Future (HoF) yang berlokasi di Plaza Indonesia, Level 3, Jakarta Pusat.

 

Baru-baru ini V2 Indonesia juga sukses bekerja sama dengan Rokatenda, salah satu perusahaan virtual production yang kedepannya juga akan menggunakan teknologi XR disguise di Indonesia.

 

Barny Budiwarman Founder and President Commisioner of Rokatenda mengatakan, bahwa XR adalah masa depan, selain memberikan kemudahan melakukan suatu produksi film atau event, XR juga memberikan keleluasaan dalam berkreasi dan kini langit bukanlah batas lagi.

 

Bekerja sama dengan V2 adalah sebuah strategi positif dan tepat. V2 telah berpengalaman 20 tahun berbasis teknologi dan sudah membuat terobosan baru dalam dunia audio visual.