Mas Murni Indonesia (MAMI) Bertekad Bangkit, Simak Ini Strateginya
EmitenNews.com - Manajemen Mas Murni Indonesia (MAMI) tengah berusaha ekstra memperbaiki kinerja. Per kuartal III-2021, perbaikan sudah mulai menunjukkan hasil. Itu terefleksi dari pertumbuhan positif.
Dengan hasil mulai positif itu, diharap sepanjang 2022 sudah dapat mempertahankan kondisi operasional, dan memenuhi kewajiban kepada stakeholders. Nah, usaha maksimal sepanjang tahun ini, nanti pada 2023 perseroan data membukukan profit.
Selanjutnya, sepanjang tahun ini, kondisi entitas anak usaha sudah berangsur pulih. Itu menyusul dengan peningkatan kinerja hotel, glamping, resto, dan pusat kebugaran dapat beroperasi dengan arus kas tidak negatif. ”Kami berharap kuartal II-2022 arus kas operasional positif,” tutur Djie Peterjanto Suharjono, Direktur Mas Murni Indonesia.
Untuk menuntaskan pembayaran denda-denda dengan rencana sebagai berikut. Pada kuartal I-2022 penuntasan negosiasi relaksasi atas kewajiban, dan pemenuhan kewajiban selama relaksasi. Lalu, penerapan strategi marketing, efisiensi operasional disesuaikan dengan situasi, dan kondisi saat ini disertai peningkatan kualitas produk.
Kemudian pada kuartal II-2022 menindaklanjuti alternatif pendanaan dan investor strategis untuk pengembangan bidang usaha pariwisata maupun menjalankan proyek properti terdampak pandemi. Kuartal III-2022 meneruskan proyek perumahan di Gresik, mengembangan perluasan budidaya udang, dan pada kuartal I-2023 meneruskan proyek mixed use.
Sekadar informasi, Mas Murni tengah mengalami kesulitan keuangan. Oleh karena itu, per 30 Agustus 2023 mendatang, suspensi saham Mas Murni Indonesia akan genap berusia 24 bulan. (*)
Related News
Emiten Nikel Grup Harita (NCKL) Ungkap Aksi Baru!
TOSK Serok Aset Rp67,2M Milik Dirut, Setara 41,8 Persen Ekuitas
Efisiensi & Lepas Lawson, Laba MIDI Terbang 62,43 Persen Jadi Rp772,5M
Ini 5 Masjid Ikonik Garapan WSKT, Siap Tampung 200.000 Jemaah Salat Id
BREN Catat Laba Bersih Meningkat 6,5 Persen di Sepanjang 2025
Akhiri 2025, Laba Grup Djarum (TOWR) Tembus Rp3,67 Triliun





