Melangit 202,58 Persen, Medio 2025 ANTM Catat Laba Rp4,69 Triliun

Sejumlah pengunjung mendatangi bukti logam Mulia besutan Antam. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Aneka Tambang alias Antam (ANTM) per 30 Juni 2025 mengemas laba bersih Rp4,69 triliun. Melejit 202,58 persen dari episode sama tahun lalu sejumlah Rp1,55 triliun. Dengan hasil itu, laba bersih per saham dasar melangit menjadi Rp195,43 dari sebelumnya Rp64,52.
Penjualan Rp59,01 triliun, melonjak 154,57 persen dari posisi sama tahun lalu Rp23,18 triliun. Beban pokok penjualan Rp50,78 triliun, bengkak dari edisi sama tahun lalu Rp21,18 triliun. Laba kotor terakumulasi sebesar Rp8,23 triliun, mengalami lompatan 311,5 persen dari fase sama tahun lalu Rp2 triliun.
Beban umum dan administrasi Rp1,27 triliun, bertambah dari Rp1,25 triliun. Penjualan dan pemasaran Rp823,87 miliar, bengkak dari Rp214,25 miliar. Total beban usaha Rp2,1 triliun, mengalami pembengkakan dari Rp1,47 triliun. Laba usaha Rp6,13 triliun, melangit 1.056,60 persen dari edisi sama tahun lalu Rp532,32 miliar.
Bagian keuntungan entitas asosiasi Rp168,34 miliar, susut dari Rp352,86 miliar. Penghasilan keuangan Rp239,54 miliar, turun dari Rp277,95 miliar. Beban keuangan Rp40,45 miliar, menciut dari Rp159,79 miliar. Laba selisih kurs Rp90 juta, drop dari Rp576,3 miliar. Penghasilan lain-lain Rp27,89 miliar, turun dari Rp70,51 miliar.
Penghasilan lain-lain bersih Rp395,42 miliar, longsor 64,86 persen dari Rp1,11 triliun. Laba sebelum pajak penghasilan Rp6,53 triliun, melesat 295,75 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,65 triliun. Beban pajak penghasilan Rp1,38 triliun, bengkak dari Rp137,24 miliar. Laba periode berjalan Rp5,14 triliun, naik dari Rp1,51 triliun.
Jumlah ekuitas tercatat Rp33,7 triliun, mengalami lonjakan dari akhir tahun sebelumnya Rp32,19 triliun. Total liabilitas terkumpul Rp14,67 triliun, bengkak dari akhir 2024 senilai Rp12,32 triliun. Jumlah aset terakumulasi Rp48,37 triliun, melejit dari akhir tahun lalu Rp44,52 triliun. (*)
Related News

Drop 77,53 Persen, Laba ADRO Paruh Pertama 2025 Sisa USD174,94 Juta

Terang Dunia Internusa (UNTD) Catat Terjadi Penurunan Penjualan Neto

BEI Ungkap Penerapan Short Selling Bulan Depan

Imbas Demo, BNI Tutup Sementara 4 Kantor Cabang di Jakarta

Sentra Investa Buang Satu Juta Saham BMBL di FCA, Buat Apa?

Bos Bank KB (BBKP) Lepas 11,9 Juta Saham Harga Atas