EmitenNews.com—PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bila sepanjang 2023, total perusahaan yang mencatatkan saham mencapai sebanyak 17 perusahaan. Hal ini terjadi setelah BEI kedatangan 6 perusahaan tercatat baru selama sepekan ini.

 

Pada 6 Februari 2023, PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) mencatatkan saham serta waran pada Papan Akselerasi BEI dan menjadi perusahaan tercatat ke-12 yang tercatat di BEI pada tahun 2023. NAYZ bergerak pada sektor Consumer Non-Cyclicals dengan subsektor Food & Beverage. 

 

Kemudian, disusul oleh PT Aviana Sinar Abadi Tbk (IRSX) perusahaan yang bergerak pada sektor Technology dengan subsektor Software & IT Services mencatatkan saham serta waran pada Papan Pengembangan BEI pada 7 Februari 2023, dan menjadi perusahaan tercatat ke-13 yang tercatat di BEI pada tahun 2023. 

 

Selanjutnya pada 8 Februari 2023 terdapat 4 pencatatan perdana, pertama adalah PT Vastland Indonesia Tbk (VAST) perusahaan yang bergerak pada sektor dan subsektor Properties & Real Estate. Kedua, PT Haloni Jane Tbk (HALO) yang bergerak pada sektor Healthcare, subsektor Healthcare Equipment & Providers 

 

juga mencatatkan saham serta waran pada Papan Pengembangan BEI. Ketiga, PT Solusi Kemasan Digital Tbk (PACK) mencatatkan saham serta waran pada Papan Akselerasi BE. PACK bergerak pada sektor dan subsektor Basic Materials. 

 

Lalu, PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP) mencatatkan saham pada Papan Akselerasi BEI dan menjadi perusahaan tercatat ke-17 yang tercatat di BEI tahun 2023. CHIP bergerak pada sektor Technology dan subsektor Technology Hardware & Equipment. 

 

Lalu, bagaimana nasib saham-saham perusahaan tersebut, setelah sepekan diperdagangkan?

 

PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) minus 20 poin atau 21,74% menjadi Rp72 per lembar saham dari Rp92 per lembar saham

 

PT Aviana Sinar Abadi Tbk (IRSX) anjlok 8 poin atau 7,92% menjadi Rp93 per lembar saham dari Rp101 per lembar saham saat IPO.