EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan bergerak negatif. Itu mengikuti pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street, dan bursa Asia.
”IHSG akan bergerak pada rentang support 7.120, dan resisten 7.240,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia.
Koreksi IHSG kemarin cukup meresahkan dari sudut pandang analisa teknikal. Pasalnya, pembentukan candle terlihat seperti grave doji. Itu mengindikasikan banyak investor melakukan take profit. Selain itu, bentuk spike memanjang ke atas serupa spike terbentuk pada 3 Juni 2022 lalu.
Situasi dan kondisi itu, jelas mengindikasikan resisten kuat pada level 7.200. Sejumlah saham berpotensi naik hari ini antara lain Bukit Asam (PTBA), Bank Jago (ARTO), Bank Neo (BBYB), Adaro Minerals (ADMR), Indosat (ISAT), Jasa Marga (JSMR), IPPE, dan Adhi Karya (ADHI).
IHSG kemarin turun 0,15 persen menjadi 7.182,83. Pelemahan itu, tersebab sektor transportasi tekor 1,57 persen, kesehatan minus 0,84 persen, dan properti menukik 0,83 persen. Investor asing membukukan net buy Rp902,64 miliar dengan saham paling banyak dibeli BMRI, BBRI, dan ASII.
Sementara itu, bursa saham AS Wall Street turun tajam karena investor khawatir menjelang laporan data inflasi dengan perkiraan tetap tinggi pada Mei. Investor juga cemas imbal hasil obligasi negara masih bertengger di atas level 3 persen. Bursa Asia pagi ini menyusuri zona merah. Indeks Nikkei menukik 1,2 persen, dan indeks Kospi anjlok 1,1 persen. Investor mengantisipasi kenaikan inflasi China sekitar 2 persen. (*)
Related News
IHSG Tengah Hari Amblas 0,49%, 10 dari 11 Sektor Kompak Merah
IHSG Meluncur Menguat di Atas 6.400, Sambut Euforia HUT Pasar Modal RI
IHSG Menguat, Serbu Saham BBRI, BREN, MDKA, BRMS, dan ARCI
IPOT Padukan Esports dan Literasi Keuangan di Esports Kapolri Cup 2026
Harga Emas Meroket, IHSG Uji Level 6.500
Menanti Rebalancing MSCI, Ini Potensi Nasib CPIN dan GOTO





