Menperin Pastikan Isuzu Pindahkan Fasilitas Produksi Truk ke Indonesia, Mulai 2024
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. dok. Industry.co.id.
EmitenNews.com - Kabar baik dunia investasi Indonesia. Perusahaan otomotif asal Jepang Isuzu Motors Ltd bakal memindahkan fasilitas produksi UD Trucks dari Thailand ke Karawang, Jawa Barat, Indonesia. Produk UD Trucks Isuzu itu, akan dimulai tahun 2024, dengan menyerap tenaga kerja maksimal sampai 150 orang.
"Khusus untuk produk UD Trucks, Isuzu akan memindahkan fasilitas produksinya dari Thailand ke Indonesia," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita kepada pers, di Gedung Kemenperin, Jakarta, Jumat (9/6/2023).
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan hasil perjalanan kerjanya ke Jepang. Di negeri Matahari Terbit itu, politikus Partai Golkar tersebut bertemu dengan jajaran dua produsen mobil Jepang, salah satunya pihak Isuzu.
Meski hanya produk bermerek UD Trucks yang akan dipindahkan dari Thailand ke Karawang, keputusan itu patut diapresiasi.
"Saya kira itu sudah merupakan achievement yang luar biasa bagi kita, mereka sudah berniat memindahkan salah satu produk Isuzu dari Thailand ke Karawang," lanjutnya.
Nantinya, menurut Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita, produksi UD Trucks dimulai pada 2024. "Ini ada bahan dari Isuzu ketika kami meeting dengan mereka. Commissioning-nya tahun 2024. Jadi, mulai produksinya tahun 2024."
Pihak Isuzu juga tidak membuka lahan baru, namun hanya menambahkan line of production di Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) di Karawang.
Nantinya bakal ada penyerapan tenaga kerja sekitar 100 sampai 150 orang untuk line of production yang baru dalam memproduksi UD Trucks. Karena itu, kabar baik dari Isuzu itu, patut diapresiasi. ***
Related News
InJourney Hidupkan Grand Hotel De Djokja, Daya Tarik Sudirman Suite
Tok! BI Rate Tetap 4,75 Persen, Antisipasi Dampak Perang Timur Tengah
Pasokan Listrik Untuk Idulfitri Aman, Cadangan Memadai
RI Berpotensi Kehilangan Devisa Rp184,88M/Hari Dampak Konflik Timteng
Harga Emas Antam Selasa Rp4.000 Per Gram
Posisi ULN Swasta Januari 2026 Turun USD1 Miliar





