EmitenNews.com - Habis sudah kesabaran Menteri Koperasi sekaligus mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi. Ketua Umum Projo itu, tidak terima dituding terlibat kasus judi online. Ia menekankan, tidak tahu ada pembagian 50 persen dari jumlah suap yang diterima para bawahannya di Komdigi, yang kini berstatus terdakwa. Menurutnya ada partai politik bekerja sama dengan bandar judol, yang terus berusaha menjatuhkannya.

Dalam keterangannya yang dikutip Jumat (23/5/2025), Menteri Budi Arie Setiadi menganggap, munculnya narasi dalam dakwaan para terdakwa merupakan fitnah dan upaya untuk mem-framing dirinya terlibat dalam upaya judol. 

Budi juga mengatakan bahwa ia adalah menteri yang paling masif memberantas judol dengan menutup ribuan situs dalam waktu 15 bulan.

Tidak cukup sampai di situ, Budi juga mengatakan, ada salah satu partai politik (parpol) yang bekerja sama dengan para bandar judol. Saat ini, menurut Ketua umum Pro Jokowi (Projo) itu, partai politik itu masih bercokol di DPR RI. 

Sebuah rekaman percakapan yang mirip suara Menteri Budi Arie Setiadi, dengan (kemungkinan) wartawan, jelas menyebutkan adanya tokoh parpol yang berusaha menyudutkan dan menframing dirinya terlibat dalam kasus judol itu.

Saat hadir di Komisi Pemberantasan Korupsi untuk keperluan lain, Rabu (21/5/2025), Menteri Budi Arie Setiadi menyebut narasi yang menyebutkannya terlibat dalam kasus judol, dan menikmati uang pengamanan, sebagai ‘lagu lama, kaset rusak.’

Rabu pagi, Budi Arie Setiadi menyambangi kantor KPK dalam kapasitas sebagai Menteri Koperasi untuk membahas pengawasan terhadap program Koperasi Desa Merah Putih. Ketua Umum Projo itu membahas keterlibatan KPK dalam pengawasan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa pihaknya membuka peluang memanggil kembali mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi terkait dengan kasus judi online atau daring.

"Pernah kami periksa, dan tentunya mungkin akan kami konfirmasi ulang apabila memang ada petunjuk," ujar Kapolri Listyo Sigit Prabowo, di Auditorium PTIK, Jakarta, Selasa (20/5/2025).

Seperti diketahui Menteri Budi Arie sempat diperiksa oleh Polri di Gedung Bareskrim Polri pada 19 Desember 2024.