EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan penguatan yang sempat tercipta pada sesi pagi dan akhirnya ditutup melemah 52,36 poin atau 0,68% ke level 7.623,58 pada perdagangan Rabu (15/4/2026). Padahal, pada akhir sesi pertama indeks sempat naik 33,61 poin ke posisi 7.709,56.

Sepanjang perdagangan hari ini, indeks bergerak fluktuatif dalam rentang 7.623 hingga 7.773, mencerminkan tingginya tekanan jual di sesi kedua. Pelemahan tajam lima sektor utama menjadi penyebab utama berbaliknya arah IHSG ke zona merah.

Tekanan terdalam datang dari sektor kesehatan yang anjlok 2,81%, disusul infrastruktur turun 1,33%, serta barang konsumen siklikal yang terkoreksi 1%. Koreksi di sektor-sektor ini menutup penguatan sejumlah sektor lain yang sebenarnya masih mencatat kinerja positif.

Di tengah pelemahan indeks, sektor transportasi justru tampil paling perkasa dengan kenaikan 3,45%, diikuti sektor perindustrian yang naik 1,54% dan teknologi menguat 0,57%. Namun dorongan tersebut belum cukup kuat untuk menahan laju penurunan indeks secara keseluruhan.

Pada jajaran top gainers, saham yang menonjol antara lain MLPT yang melonjak Rp4.050 ke Rp24.300, SINI naik Rp675 menjadi Rp15.775, dan AADI menguat Rp500 ke Rp10.800 per saham. Sebaliknya, tekanan jual terbesar terjadi pada ARKO yang turun Rp1.000 ke Rp7.800, ADMF melemah Rp725 ke Rp8.375, dan KONI turun Rp450 ke Rp2.610.

Aktivitas perdagangan tetap ramai dengan BNBR menjadi saham teraktif diperdagangkan sebanyak 192.200 kali senilai Rp1,06 triliun, disusul ZATA 111.262 kali senilai Rp300,3 miliar, serta BUMI sebanyak 99.072 kali dengan nilai transaksi Rp1,22 triliun.