Moody’s Ubah Outlook Indonesia dari Stabil ke Negatif, Ini Komentar BI
Moody’s Investors Service mempertahankan sovereign credit rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan menyesuaikan outlook menjadi negatif
EmitenNews.com - Lembaga pemeringkat internasional, Moody’s Investors Service mempertahankan sovereign credit rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan menyesuaikan outlook menjadi negatif dari sebelumnya stabil, dalam laporan yang dirilis pada 5 Februari 2026. Afirmasi rating tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Moody’s menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia masih stabil dan solid, ditopang kekuatan struktural seperti sumber daya alam dan demografi yang menguntungkan. Selain itu, kredibilitas kebijakan moneter dan kehati-hatian fiskal yang terjaga turut mendukung stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Adapun revisi outlook menjadi negatif didorong oleh pandangan Moody’s terhadap meningkatnya risiko penurunan kepastian kebijakan. Jika berlanjut, kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kinerja perekonomian ke depan, meskipun fundamental ekonomi saat ini masih dinilai kuat.
Menanggapi keputusan tersebut, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan bahwa penyesuaian outlook tidak mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi nasional. Ia menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 mencapai 5,39 persen, sehingga secara keseluruhan ekonomi tumbuh 5,1 persen sepanjang 2025, dengan inflasi tetap terkendali di level 2,92 persen.
Moody’s memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada di kisaran 5 persen dalam jangka pendek hingga menengah. Defisit fiskal diperkirakan terjaga di bawah 3 persen PDB, sementara rasio utang pemerintah dinilai tetap rendah dibandingkan negara sekelas. Namun, Moody’s menilai tantangan utama masih terletak pada upaya memperluas basis penerimaan negara.
Dari sisi eksternal, ketahanan ekonomi Indonesia dinilai tetap solid, tercermin dari surplus neraca perdagangan dan cadangan devisa yang tinggi. Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat bauran kebijakan dan sinergi dengan Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi, sistem keuangan, serta kepercayaan pasar di tengah ketidakpastian global.
Related News
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp185T, Setara 22 Persen Dari Target
Periode Buyback CUAN Diakhiri Hari Ini, Rencana Awal 3 Mei 2026
Diprediksi 3,5 Juta Kendaraan Keluar 4 Gerbang Tol Di Libur Idulfitri
Purbaya Akan Minta Bonus ke Presiden Jika Tax Ratio Capai 10 Persen
Ketegangan Geopolitik Kerek ICP Februari Naik USD4,38/Barel
Prabowo Minta Amankan Distribusi Untuk Kendalikan Harga Pangan





