EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup menguat tipis. Meski begitu, hasil tersebut kembali mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah. Itu seiring lanjutan penguatan saham sektor teknologi di tengah perhatian investor terhadap perkembangan terbaru negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Emiten semikonduktor, Marvel Technology melangit 32 persen setelah CEO Nvidia, Jensen Guang mengatakan akan menjadi perusahaan triliun dollar di masa mendatang. Emiten teknologi lain yaitu Hewlett Packard Enterprise meroket 19,47 persen setelah merilis outlook cerah, dan menaikkan panduan kinerja keuangan tahun ini.

Sementara itu, soal perkembangan negosiasi dengan Iran, presiden AS Donald Trump mengatakan perundingan dengan Iran berlangsung dengan tempo cepat. Nah, penguatan indeks bursa Wall Street, dan lonjakan harga beberapa komoditas diprediksi menjadi sentimen positif di pasar. 

Di sisi lain, aksi jual masif investor asing, dan depresiasi nilai tukar rupiah berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.140-6.085, dan resistance 6.250-6.305.

Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Amman (AMMN), J Resources Asia (PSAB), Sumber Alfaria (AMRT), Bank Negara Indonesia alias BNI (BBNI), Aneka Tambang alias Antam (ANTM), dan Merdeka Gold Copper (MDKA) sebagai jujukan koleksi. (*)