NIPS Antre Delisting, Broker Boy Thohir-Asuransi Salim Group Genggam 19 Persen
:
0
EmitenNews.com - Nipress (NIPS) berdiri di bibir jurang delisting. Pasalnya, saham perseroan telah melakoni suspensi sepanjang 4,5 tahun terakhir. Dan, per 2 Januari 2024, efek perseroan telah menjalani kebiri 54 bulan.
Berdasar regulasi, emiten terancam delisting kalau mengalami kondisi, atau peristiwa, secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status, dan perusahaan tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan memadai.
Selain itu, saham perusahaan tercatat yang akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir. ”Masa suspensi saham Nipress telah mencapai 54 bulan pada 2 Januari 2024,” tutur Natal Naibaho, P.H Kadiv Penilaian Perusahaan 3.
Berdasar hasil rapat umum pemegang saham tahunan pada 29 Juni 2018, formasi komisaris dan direksi antara lain Komisaris Utama Ferry Joedianto Robertus Tandiono, Komisaris Independen Raja Sirait, Direktur Utama Jackson Tandiono, Direktur Herman Selamat, dan Direktur Richard Tandiono.
Per 31 Januari 2023 pemegang saham Nipress terdiri dari Trimegah Sekuritas Indonesia (TRIM) 196,31 juta helai alias 12 persen. Tritan Adhitama 170,9 juta lembar atau 10,45 persen. Trinitan International 389,97 juta lembar setara 23,85 persen. Indolife Pensiontama 124,05 juta helai alias 7,59 persen. Ferry Joedianto Robertus Tandiono 87,14 juta eksemplar atau 5,33 persen. Dan, publik 666,94 juta lembar selevel 40,78 persen. (*)
Related News
BEI Ungkap 199 Emiten Belum Setor Lapkeu Semester I-2026, 106 Kena SP1
WINS Beri Jaminan hingga USD12 Juta untuk Refinancing Kapal Anak Usaha
WEGE Siapkan Divestasi Aset Rp1 Triliun, Kontrak Baru Agustus Melejit
Saham EMAS Naik Kencang Sejak Awal Juli, Komisaris Lepas Saham Rp3,93M
PIPA Proyeksikan Target Akuisisi Ini Jadi New Growth Engine 2027
Geser Hapsoro, Sosok Ini Gantikan Kepengendalian Emiten Broker (PADI)





