OJK: Implementasi HAKI jadi Jaminan Utang Masih Hadapi Tantangan
:
0
EmitenNews.com—Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menyebut implementasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sebagai jaminan utang dari perbankan masih hadapi berbagai tantangan, antara lain terkait fluktuasi nilai HAKI.
"Ini bergantung sentimen pasar seperti kinerja pemasaran, tren selera masyarakat, time value, dan usia ekonomi produktif dari HAKI tersebut," katanya dalam webinar bertajuk "Prospek HAKI sebagai Jaminan Hutang" yang dipantau di Jakarta, Kamis.
Ke depan implementasi HAKI sebagai jaminan utang juga menghadapi tantangan lain seperti semakin kompetitifnya industri ekonomi kreatif berbasis HAKI, yang menyebabkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor yang sama mengalami kesulitan memasuki pasar dan mengakses modal.
Dari sisi stabilitas sistem keuangan, HAKI masih sering dinilai sebagai sektor dengan produktivitas rendah dan return serta value yang sangat fluktuatif.
"Karena itu, HAKI dikategorikan menjadi penyumbang risiko bagi stabilitas sehingga pembiayaan berbasis HAKI menuntut bank menyiapkan pencadangan yang lebih besar," katanya.
Related News
20 Saham di Indeks Baru BEI, Apa Saja?
Kinerja Positif, RUPSLB Angkat Christian Lesmana Dirut Bank Neo (BBYB)
BEI Akan Luncurkan IDX Commodity 20, Mulai Efektif 30 Oktober 2026
Baru Tujuh yang Melantai, BEI Pangkas Target IPO 2026 Jadi 15 Saham
BEI Belum Bahas Danantara Jadi Pemegang Saham
Bursa Bicara Target 2027: 25 IPO, Capex Rp670M, & Proyeksi Keuangan





