OJK Pastikan Tidak Lindungi Debitur Nakal
:
0
ilustrasi uang pinajaman. dok/istimewa
EmitenNews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan tidak melindungi debitur nakal. Pasalnya, Peraturan OJK (POJK) Nomor 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat Sektor Jasa Keuangan bukan bertujuan untuk melindungi konsumen atau debitur tidak beritikad baik.
"Saya rasa pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) benar-benar melakukan assessment ketat. Jangan sampai debitur dan konsumen nakal bisa dilayani. Kalau terjadi, nanti ada risiko kredit, risiko operasional, dan risiko reputasi," tutur Kepala Departemen Pelindungan Konsumen OJK, Rudy Raharjo.
POJK No. 22 Tahun 2023 tidak boleh bertentangan dengan berbagai peraturan perundang-undangan lebih tinggi termasuk Undang-Undang (UU) Jaminan Fidusia. Apabila konsumen terbukti wanprestasi, pemberi kredit dapat mengeksekusi atau menarik agunan sesuai UU Jaminan Fidusia.
"POJK kalau dilihat dari strata atau tata urutan peraturan perundang-undangan itu tidak boleh bertentangan dengan peraturan diatasnya. Jadi POJK ini merujuk kepada UU P2SK, juga merujuk UU Jaminan Fidusia, undang-undang tanggungan, dan sebagainya berhubungan dengan perlindungan konsumen," kata Rudy. (*)
Related News
Sah Pimpin Bursa Komoditas Strategis OJK, Begini Sumpah Sarjito di MA
Steady Safe (SAFE) Dicap Saham HSC, Cek Alasan dan Daftar Lengkapnya
Resmi jadi Gubernur BI, Destry Damayanti Jalankan Prinsip 3I Plus S
IPO Swayasa (SWAP) Ditunda Imbas Belum Turunnya Izin Efektif OJK
BEI Jadwalkan Ulang Floor Price Saham Rp1, ARA–ARB, & Evaluasi FCA
Penilaian LPS, Simpanan Nasabah BPR Arfindo Layak Bayar Rp271 Miliar





