EmitenNews.com - Chery Auto menarik kembali 8.878 SUV Omoda 5 di Malaysia karena pengelasan poros belakang yang berpotensi cacat. Kasus ini terjadi setelah poros terlepas dari kendaraan saat sedang dikendarai.

“Insiden tersebut melibatkan Omoda 5 tahun 2023 di Malaysia dan tidak menyebabkan cedera,” kata Chery dalam sebuah pernyataan Minggu (11/10/2026) sebagaimana dikutip Cnevpost.com, Senin (12/10/2026)

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka segera meluncurkan investigasi dan telah menjalin kontak erat dengan regulator, termasuk Departemen Transportasi Jalan Malaysia (JPJ).

Chery juga mengatakan telah meluncurkan pemeriksaan pencegahan pada kendaraan Omoda 5 dari batch produksi yang sama di China dan pasar terkait lainnya. Meski dalam pernyataannya tidak menyebutkan Indonesia, Omoda 5 termasuk yang dipasarkan di Indonesia sejak 2023.

Sementara itu, untuk kasus di Malaysia, investigasi menemukan bahwa beberapa pengelasan pada lengan penahan gandar belakang kendaraan dalam batch yang terdampak mungkin kurang kuat, sehingga menimbulkan risiko putusnya pengelasan dalam kondisi ekstrem. Chery mengatakan model yang menggunakan desain ini telah dihentikan produksinya.

Anak perusahaan Chery di Malaysia telah meluncurkan penarikan kembali (recall) bekerja sama dengan JPJ untuk memeriksa komponen dan menggantinya secara gratis jika perlu.

Lepas As

Sebuah Chery Omoda 5 kehilangan poros belakang dan rodanya saat dikendarai di Johor Bahru, negara bagian Johor, Malaysia, pada tanggal 6 Oktober, menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan model tersebut, menurut laporan media lokal.

JPJ mengumumkan pada tanggal 11 Oktober bahwa mereka segera menangguhkan Persetujuan Tipe Kendaraan (VTA) Omoda 5 dan pendaftaran baru hingga investigasi teknis selesai dan risiko keselamatan dipastikan telah ditangani dengan memadai.

JPJ menginstruksikan Chery Malaysia untuk mengidentifikasi semua kendaraan yang berpotensi terkena dampak menggunakan nomor suku cadang, batch produksi, dan nomor identifikasi kendaraan (VIN). Badan tersebut juga akan melakukan audit teknis terhadap jalur produksi dan perakitan Omoda 5 serta pemasok komponen poros belakang.