Oversubscribed 70,89 Kali, Listing Perdana Saham Asri Karya Lestari (ASLI) Menghijau
:
0
Jajaran Manajemen PT Asri Karya Lestari Tbk saar pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia. Foto/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com -PT Asri Karya Lestari Tbk bergerak dalam bidang General Contractor berfokus pada bidang pekerjaan pondasi, erection, bekisting dan pekerjaan jalan resmi tercatat dan melantai di Bursa Efek Indonesia sebagai perusahaan ke-1 di tahun 2024 dengan kode saham “ASLI”.
Listing perdana saham ASLI disambut oleh para pelaku pasar dengan gempita, dimana saham ASLI menguat 4 persen menjadi 104 point dengan transaksi sebanyak 10.772 kali untuk 194 juta saham senilai Rp20.80 miliar hingga pukul 09:05 WIB.
Pada saat penawaran umum, saham PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) mendapat respon positif dari pasar dan para investor sampai oversubscribed hingga di atas 70,89x. Sesuai jadwal PT ASLI akan melantai di bursa pada tanggal 5 Januari 2024 mendatang.
Perseroan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan melepas 1.250.000.000 saham setara dengan 20,00% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga saham perdana Rp100,- dan dana yang berhasil
dihimpun Perseroan sebesar Rp125 miliar. Perseroan menunjuk PT NH Korindo Sekuritas Indonesia selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek dalam IPO ini.
Sudjatmiko, Direktur Utama Perseroan menjelaskan, “Langkah Perseroan untuk masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IPO adalah bagian dari strategi Perseroan untuk meningkatkan ekspansi usaha, kapasitas pendanaan, tata kelola, dan prinsip keterbukaan yang lebih baik sebagai perusahaan publik, yang diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi stakeholder kedepannya”.
Rancangan Undang-Undang APBN Tahun 2024 telah resmi diundangkan menjadi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2023 tentang APBN TA 2024 pada tanggal 16 Oktober 2023. Selanjutnya, pada tanggal 29 November 2023, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, didampingi oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, dan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) TA 2024. Dengan diserahkannya DIPA dan Daftar Alokasi TKD, artinya pelaksanaan APBN tahun 2024 telah siap dimulai. Mewujudkan anggaran belanja negara yang berkualitas merupakan upaya krusial yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Belanja negara pada APBN 2024 ditetapkan sebesar Rp3.325,1 triliun yang terdiri dari Belanja K/L sebesar Rp1.090,8 triliun, Belanja non-K/L sebesar Rp1.376,7 triliun, dan Transfer ke Daerah sebesar Rp857,6 triliun. Jumlah ini meningkat 6,4% dari tahun 2023 yang diarahkan untuk mempercepat transformasi ekonomi dan pelaksanaan prioritas nasional.
Belanja Pemerintah Pusat tahun 2024 meningkat 7,4% dari tahun 2023 yang difokuskan untuk mendukung percepatan transformasi ekonomi salah satunya dalam Pembangunan IKN. Selanjutnya, belanja negara dalam APBN 2024 dialokasikan juga untuk belanja prioritas, yaitu anggaran infrastruktur sebesar Rp423,4 triliun untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar.
Angka tersebut naik 5,9% dari anggaran infrastruktur 2023 yang dialokasikan sebesar Rp399,6 triliun. Oleh karena itu Perseroan mempersiapkan ekspansi usaha agar diharapkan Perseroan mampu menyerap dan berpartisipasi dalam Pembangunan negeri. Sehingga Perseroan dapat memberikan kontribusi lebih bagi masyarakat dan negara.
Related News
Kinerja Moncer, Laba BCIP Melonjak 225 Persen Q1 2026
Drop 109 Persen, EMTK Kuartal I Boncos Rp335,85 Miliar
GGRP Comeback! Cetak Laba Melesat 120 Persen Q1 2026
Ekuitas Berlimpah, Pendapatan INET Melangit 3.070 Persen Kuartal I
Sudahi Kuartal I, Laba ADRO Melambung 67,08 Persen
Kuartal I 2026, MEDC Raup Laba USD67 Juta, Melejit 291 Persen





