EmitenNews.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi menguat. Penguatan terjadi seiring mulai tenangnya pasar setelah Bank Sentral Inggris, Bank of England (BoE), membeli obligasi pemerintah.


Pada pukul 10.29 WIB Rupiah menguat 11 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp15.255 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.266 per dolar AS.


"Peluang rupiah hari ini cukup baik, memang sangat dipengaruhi oleh sentimen global," kata Ekonom Senior Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Jumat.


Rully menyampaikan dalam beberapa hari terakhir memang banyak terpengaruh oleh sentimen pelemahan pound sterling, karena terjadi gejolak di pasar obligasi pemerintah.


"Pasar sudah agak tenang setelah BoE melakukan intervensi, dengan komitmen senilai GBP 65 billion," ujar Rully.


Pound sterling naik tajam dalam perdagangan yang fluktuatif pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), reli dari rekor terendah yang dicapai pada Senin (26/9/), setelah BoE melakukan pembelian obligasi untuk menstabilkan pasar keuangan.


Pound membukukan kenaikan persentase satu hari terbesar sejak Maret 2020 dan terakhir diperdagangkan pada 1,1076 dolar, melonjak 1,8 persen. Setelah mencapai palung sepanjang masa di 1,0327 dolar tiga hari lalu, sterling telah reli lebih dari 7 persen terhadap dolar.


BoE membeli 1,415 miliar pound (1,55 miliar dolar AS) obligasi pemerintah Inggris dengan jangka waktu lebih dari 20 tahun, hari kedua dari program multi-miliar pound yang dirancang untuk menstabilkan pasar.


"Namun memang outlook global terus menurun, kekhawatiran terjadi resesi global di tahun 2023 semakin besar. Negara-negara besar terancam resesi," kata Rully.


Rully memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak di kisaran level Rp15.150 per dolar AS hingga Rp15.250 per dolar AS.(fj)