Pefindo Kerek Rating Dharma Satya (DSNG) Jadi idA, Ini Alasannya
EmitenNews.com - Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengerek peringkat PT Dharma Satya Nusantara (DSNG), dan Obligasi Berkelanjutan I menjadi idA dari idA-. Peningkatan itu, merefleksikan profil keuangan kuat, terutama struktur permodalan, dan proteksi arus kas.
Kondisi itu, didukung rencana untuk lebih mengurangi utang jangka pendek hingga menengah menggunakan arus kas internal. Itu dengan ekspektasi pendapatan lebih tinggi pada bisnis minyak sawit mentah, produk kayu didukung peningkatan kuantitas produksi, dan harga komoditas tetap tinggi. ”Prospek peringkat perusahaan stabil,” tutur Niken Indriarsih, Analyst Pefindo.
Obligor berperingkat idA memiliki kemampuan kuat memenuhi komitmen keuangan jangka panjang. Meski begitu, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh perubahan buruk keadaan, dan kondisi ekonomi dibanding obligor berperingkat lebih tinggi.
Lompatan peringkat perusahaan itu, mencerminkan profil perkebunan baik, struktur permodalan, perlindungan arus kas baik, dan permintaan tinggi minyak kelapa sawit. Namun, peringkat dibatasi kegiatan usaha perusahaan kurang terintegrasi, paparan terhadap fluktuasi harga komoditas internasional, dan cuaca tidak baik.
Peringkat dapat dinaikkan kalau perusahaan secara konsisten melampaui target pendapatan, dan EBITDA, diiringi model bisnis lebih terintegrasi, terutama bisnis kelapa sawit. Sebaliknya, peringkat dapat dilorot kalau EBITDA perusahaan di bawah proyeksi sebagai akibat biaya lebih tinggi, dan kuantitas produksi lebih rendah dari ekspektasi. Peringkat juga dapat diturunkan jika perusahaan memiliki utang lebih tinggi tanpa diikuti profil bisnis lebih kuat.
Dharma Satya, perusahaan perkebunan kelapa sawit bergerak sisi hulu industri, termasuk perkebunan, budidaya pohon, produksi minyak sawit mentah, dan minyak inti sawit. Dharma Satya beroperasi terutama bagian timur Kalimantan. Pada 31 Desember 2021, Dharma Satya memiliki total area perkebunan 112.569 hektare (ha), termasuk plasma.
Dharma Satya juga memiliki pabrik minyak kelapa sawit, dan pabrik pengolahan inti sawit. Pemegang saham Dharma Satya per 31 Desember 2021 terdiri dari PT Triputra Investindo Arya 27,6 persen, PT Krishna Kapital Investama 14,6 persen, PT Tri Nur Cakrawala 7,4 persen, PT Mitra Aneka Guna 6,3 persen, dan lainnya termasuk publik 44,1 persen. (*)
Related News
Bank Mandiri Jalankan 1.174 Program TJSL Sepanjang 2025, Cek Hasilnya
Perkuat Modal Kerja dan Pangkas Utang, CASH Tebar 996 Juta Saham Baru
GIAA dan Embraer Bertemu Prabowo, Ini yang Dibahas
INET Resmi Tuntaskan Akuisisi Saham PADA Senilai Rp106,3 Miliar
NPGF Raih Kredit Rp54,02 Miliar dari Bank Sinarmas untuk Modal Kerja
IMPC Siapkan Rp500 Miliar untuk Buyback 166 Juta Saham





