EmitenNews.com - Grab menambah timbunan saham Superbank (SUPA). Itu dilakukan dengan memborong 64.028.200 helai alias  64,02 juta saham perseroan. Transaksi pembelian dilakukan melalui entitas usaha Grab yaitu A5-BD Holdings Pte Ltd.

Aksi pembelian telah ditahbiskan pada 21 Mei 2026. Transaksi akumulasi tersebut dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp875 per helai. Nah, dengan skema harga tersebut, Grab dipaksa mengeluarkan dana taktis senilai Rp56,02 miliar.

Dengan penuntasan transaksi itu, koleksi saham SUPA dalam keranjang investasi Grab makin menebal. Tepatnya, menjadi 5,46 miliar eksemplar alias setara 16,14 persen. Melonjak sekitar 0,19 persen dari periode sebelum transaksi hanya 5,4 miliar saham atau selevel 15,95 persen. 

Deretan Pemegang Suham

Per April 2026, pemegang saham SUPA terdiri dari sejumlah elemen. Yaitu, Glas Trust Ltd 650 juta saham alias 1,92 persen. Tiga Sira Sejahtera 958,2 juta helai atau 2,83 persen. Singtel Alpha Investment Pte Ltd 2,49 miliar eksemplar selevel dengan porsi kepemilikan 7,36 persen.

Kakaobank Corp mengempit 2,93 miliar lembar atau setimbang dengan porsi 8,66 persen. Kudo Teknologi Indonesia menguasai 5,65 miliar eksemplar setara dengan 16,67 persen. A5-DB Holdings Pte Ltd menggenggam 5,4 miliar saham selevel dengan porsi 15,95 persen. 

Pelangi Media Visitama menguasai 9,35 miliar helai setara dengan 27,6 persen. Jumlah saham free float 3,87 miliar lembar setara dengan 11,53 persen. Periode April 2026, jumlah pemegang saham nasabah pemilik SID 99.706 pihak, susut 7.795 pihak dari 107.501 pihak. Pemilik manfaat akhir Eddy K Sariaatmadja, dan Anthony Tan Ping Yeow. 

Laba Melambung Ribuan Persen

Di sisi lain, sepanjang kuartal pertama 2026, SUPA membukukan laba bersih Rp78,19 miliar. Melangit 31.051 persen dari episode sama tahun lalu hanya Rp251 juta. So, dengan hasil tersebut, laba per saham dasar dan dilusian emiten Grup Emtek tersebut menjadi Rp2,3 dari sebelumnya Rp0,01. 

Pendapatan bunga bersih Rp503,32 miliar, melejit 91,39 persen dari posisi sama tahun lalu Rp262,98 miliar. Itu terdiri dari pendapatan bunga Rp724,64 miliar, melonjak dari Rp366,45 miliar. Beban bunga Rp221,32 miliar, bengkak dari Rp103,46 miliar. Jumlah pendapatan operasional Rp26,39 miliar, melonjak dari Rp19,51 miliar.