EmitenNews.com - Emiten penyedia komponen pintar dan solusi teknologi, PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP), bersiap memacu kembali kinerja operasional dan memperluas ekspansi pasar pada paruh kedua tahun 2026.

Melalui serangkaian strategi mulai dari diversifikasi produk nondistribusi telekomunikasi, penetrasi pasar ekspor baru di kawasan Afrika, hingga integrasi ekosistem digital internal, perseroan optimistis dapat mengembalikan masa-masa kejayaan omset korporasi.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons adaptif setelah perusahaan melewati tahun buku 2025 yang penuh tantangan akibat dinamika geopolitik global dan penurunan daya beli masyarakat domestik.

Ekspansi ke Benua Hitam dan Solusi Recurring Income

Direktur Utama PT Pelita Teknologi Global Tbk, Ardarani, mengungkapkan bahwa perseroan tidak lagi sekadar berfokus pada bisnis inti di sektor kartu SIM (SIM card) komunikasi, melainkan mulai merambah ke sektor pemerintahan (government) dan solusi sistem digital yang berkelanjutan.

"Kompetensi kami berada di dunia teknologi. Ke depan, kami akan mencoba terus mengembangkan bisnis tidak hanya di sektor telco, tetapi juga mengembangkan produk misalnya di government atau sesuatu yang berhubungan dengan solusi non-SIM card," ujar Ardarani dalam paparan publik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Ardarani menambahkan, CHIP tengah agresif memperluas jangkauan pasar internasional demi memitigasi risiko ekonomi domestik. Salah satu fokus utama korporasi saat ini adalah menggarap pasar di Benua Afrika melalui kemitraan strategis dengan agen lokal.

"Saat ini kita sudah bekerja sama dengan negara lain di Afrika seperti Nigeria. Kami berusaha untuk terus berhubungan dengan pihak Telkom di luar negeri. Kami menargetkan ekspansi ini bisa bertambah paling tidak di dua negara baru pada tahun 2027," tambahnya.

Selain penetrasi geografis, CHIP juga menggeser model bisnisnya ke arah integrasi ekosistem digital tanpa kertas (paperless) serta memperbesar porsi pendapatan berulang (recurring income).

"Kami berkomitmen melakukan investasi dan ekspansi bisnis yang terfokus pada recurring dan sustainability bisnis. Salah satunya melalui implementasi Warehouse Management System ke customer dengan sistem kontrak service per bulan. Jadi, itu adalah pendapatan yang diterima secara fix dan teratur," jelas Ardarani.