EmitenNews.com - Indonesia memiliki komoditas ekspor yang diminati pasar internasional. Industri cangkang sawit dinilai memiliki prospek besar bagi Indonesia karena mampu meningkatkan neraca perdagangan Indonesia. Permintaan ekspor cangkang sawit meningkat, dengan harga yang juga semakin meningkat. Perusahaan patungan Jepang mengembangkan alternatif energi dari cangkang sawit yang diakui dunia.

 

Dalam keterangannya kepada pers, di Jakarta, Senin (20/6/2022), Presiden Direktur PT Sinergi Kharisma Yuda (SKY) Yoshiyuki Kawamura mengatakan, cangkang sawit merupakan alternatif energi atau bahan bakar baru yang diakui oleh dunia untuk menggantikan batu bara di tengah kebutuhan dekarbonisasi dan pengurangan emisi.

 

Menurut Yoshiyuki Kawamura, dalam masyarakat modern, semua aktivitas sangat bergantung pada energi. Di sisi lain, negara-negara di seluruh dunia mendukung keberlanjutan lingkungan global. “Tujuan kami ikut menjaga lingkungan global dengan mengurangi bahan bakar fosil seperti minyak dan batu bara. Karena itulah kami berfokus pada cangkang sawit, bahan bakar biomassa sehingga kami bisa secara signifikan mengurangi emisi karbon." 

 

PT SKY sedang mengembangkan proyek terbarunya berupa Black Pellet, sebuah energi baru yang juga merupakan bahan bakar biomassa untuk generasi selanjutnya dan berpotensi tumbuh menjadi industri seperti cangkang sawit. Black Pellet yang kembangkan itu, menggunakan material yang belum terindustrialisasi di Indonesia saat ini. “Kami akan melakukan eksperimen pembuatan Black Pellet di Buton, membangun Demo Plant, dan menarik orang-orang dari seluruh dunia."

 

Ketika pertama kali mengunjungi Buton, Sulawesi Tenggara, Yoshiyuki Kawamura bercita-cita membuat bisnis cangkang sawit. Sejak satu setengah tahun lalu pada awal tahun 2021, dia memulai bisnis ini dan membangun stockpile di Tanjung Buton. Ia telah tiga kali mengekspor ke Jepang dan beberapa negara lainnya.